Menebak Kemungkinan 'Kloning' WhatsApp UAS oleh Mellya

Menebak Kemungkinan 'Kloning' WhatsApp UAS oleh Mellya

Tim - detikInet
Kamis, 12 Des 2019 19:35 WIB
Ustaz Abdul Somad (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Mellya Juniarti mengaku membongkar chat mesra Ustaz Abdul Somad (UAS) dengan perempuan Malaysia bernama TN dengan cara mengkloning nomor ponsel perempuan tersebut. Apakah mungkin?

Mencermati kasus ini, pakar keamanan perangkat dan siber Alfons Tanujaya menyebutkan, kloning nomor ponsel secara teknis tidak mungkin dilakukan kecuali yang disadap adalah ponsel yang belum 4G.

"Kalau teknologi SIM card lama sebelum 4G, itu kartunya bisa dikloning. Di Indonesia sih sudah tidak ada. Saya tidak tahu di Malaysia apakah sudah 4G semua," kata Alfons saat dimintai pendapatnya terkait hal ini.



Penyadapan percakapan WhatsApp bisa saja dilakukan Mellya lewat ponsel UAS dengan memanfaatkan sejumlah aplikasi kloning WhatsApp. Aplikasi kloning WhatsApp sejatinya untuk memudahkan pengguna yang punya dua akun WhatsApp agar tak repot mengakses WhatsApp di dua perangkat berbeda. Namun belakangan, banyak yang menggunakannya untuk mengintai pasangan.

Andai Mellya menyadap dengan menggunakan aplikasi kloning, itu pun perlu kontak fisik dengan ponsel yang akan disadap. Sebab, setelah memasukkan nomor yang akan dijadikan target penyadapan, aplikasi akan meminta kode verifikasi yang akan dikirimkan ke ponsel target. Jadi penyadap harus memegang ponsel target sampai muncul kode verifikasi. Mungkin saja ini dilakukan ketika target sedang tidak memegang ponsel.

Kemungkinan lain, bisa juga dengan memanfaatkan WhatsApp web. Caranya hampir sama dengan via aplikasi kloning. Penyadap membuka WhatsApp lewat web.whatsapp.com, lalu mengaktifkan nomor target di WhatsApp web. Namun, lagi-lagi, cara ini pun memerlukan kontak fisik dengan ponsel target.

"Akan diminta scan barcode di WhatsApp web dengan WhatsApp di HP target untuk approval. Setelah selesai scan, akan langsung nyambung dengan WhatsApp target. Selama chat di WhatsApp web tidak ditutup, akan terpantau," terang Alfons.



Dikatakan Alfons, cara-cara tersebut dimungkinkan dengan tetap ada kontak fisik dengan perangkat target. Sedangkan untuk melakukan kloning dari jarak jauh tanpa ada kontak dengan perangkat sama sekali, menurut Alfons, akan sangat merepotkan.

"Ada jalan lain, tapi repot dan harus jago hack. Misalnya mengirimkan malware ke HP yang diincar. Lalu malware tersebutlah yang melakukan screen capture semua percakapan WhatsApp. Ini sulit sekali. Jadi (dalam kasus ini) lebih tepatnya menyadap diam-diam tanpa disadari pemilik WhatsApp," tutupnya.

Menebak Kemungkinan 'Kloning' WhatsApp UAS oleh Mellya


Simak Video "Doa di Malam Nisfu Sya'ban Menurut UAS"
[Gambas:Video 20detik]
(/rns)