AS Tawarkan Rp 70 Miliar untuk Informasi Hacker Rusia ini

AS Tawarkan Rp 70 Miliar untuk Informasi Hacker Rusia ini

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 06 Des 2019 12:52 WIB
Foto: Twitter @FBI
Jakarta - Pemerintah AS mendakwa seorang hacker asal Rusia atas tuduhan menjalankan aksi peretasan yang menimbulkan kerugian puluhan juta dolar. Mereka pun menawarkan hadiah uang sebesar USD 5 juta atau sekitar Rp 70 miliar untuk informasi keberadaan hacker ini.

Dari dokumen peradilan yang diungkap di Pittsburgh, Amerika Serikat, terungkap kalau nama hacker itu adalah Maksim Yakubets, yang menyebut operasi peretasannya sebagai Evil Corp. Ia bersama rekannya yang bernama Igor Turashev adalah dua orang penting dalam serangan siber yang menyusupkan malware ke lusinan komputer di AS dan mencuri lebih dari USD 100 juta dari perusahaan lokal.

Yakubets dikenal sebagai seorang hacker asal Moskow yang mengendarai mobil Lamborghini di kesehariannya. Dakwaan terhadap Yakubets dan Turashev ini dikeluarkan pengadilan bersama dengan jumlah hadiah yang bakal diberikan untuk yang bisa memberikan informasi keberadaan keduanya, yaitu sebesar USD 5 juta, alias hadiah terbesar yang pernah ditawarkan untuk seorang penjahat siber.

"Maksim Yakubets diduga terkait dengan bermacam kejahatan siber selama satu dekade yang menggunakan dua malware finansial paling berbahaya yang pernah dipakai dan menyebabkan kerugian puluhan juta dolar pada korban-korbannya di seluruh dunia," ujar Brian Benczkowski, US Assistant Attorney General.


Selain itu Pemerintah AS juga menyebut Yakubets juga bekerja sebagai hacker di badan intelijen FSB milik Rusia sejak 2017. Ia diberi tugas untuk mengerjakan sejumlah proyek milik pemerintah Rusia.

"Evil Corp dengan software Dridex-nya menjadi salah satu contoh bagaimana pemerintah Rusia mendapat bantuan dari penjahat siber untuk menjalankan aktivitas jahatnya," ujar seorang pejabat Department of the Treasury AS.

Evil Corp menjalankan aksi phishing menggunakan bermacam software seperti Dridex, Bugat, dan bermacam malware lainnya yang disusupkan ke komputer korbannya. Dari situ mereka bisa mencuri identitas, password, dan utamanya adalah rekening bank korban, yang kemudian dipakai untuk mentransfer jutaan dolar ke rekening mereka.



Simak Video "Polisi Ringkus Hacker Peretas Ribuan Situs di Dalam dan Luar Negeri!"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fyk)