Senin, 25 Nov 2019 11:53 WIB

Pendirinya Serukan Hapus WhatsApp, Apa Telegram Lebih Aman?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Telegram. Foto: Telegram Telegram. Foto: Telegram
Jakarta - Pendiri Telegram, Pavel Durov, baru saja menyerukan untuk menghapus WhatsApp karena dinilainya tidak aman. Akan tetapi apakah Telegram yang ia buat benar-benar terlindungi?

"Kecuali Anda tak masalah semua foto dan pesan Anda terbuka untuk publik suatu hari, Anda harus menghapus WhatsApp dari ponsel Anda," cetus Durov pada ratusan ribu pengikutnya di channel Telegram.

Celah besar memang cukup sering muncul di WhatsApp. Belum lama ini, spyware dari perusahaan Israel, NSO Group, bisa menginfeksi WhatsApp dan membobol datanya cukup dengan panggilan telepon yang bahkan tak perlu diterima.


Ia heran WhatsApp terus bermasalah soal keamanan sedangkan Telegram tidak. "Telegram, aplikasi yang mirip dalam hal kerumitan, tak pernah mengalami masalah dalam skala berat seperti WhatsApp dalam 6 tahun sejak peluncurannya," klaim dia.

Namun demikian, beberapa penelitian menyebut Telegram sebenarnya tidak lebih aman ketimbang WhatsApp. Kenapa serangan jarang terjadi, mungkin karena penggunanya jauh lebih kecil dibanding WhatsApp, yakni 200 juta dan 1,6 miliar.

Spyware Pegasus yang membobol WhatsApp ternyata juga dapat menyerang Telegram. "Pegasus bisa menguasai semua data seluler termasuk dari Skype, Telegram, Viber," sebut informasi yang beredar.

Selanjutnya
Halaman
1 2