Selasa, 19 Nov 2019 20:11 WIB

Pertumbuhan Ransomware di Windows Meroket, Kian Sulit Dilawan

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Photo by Kaur Kristjan on Unsplash Foto: Photo by Kaur Kristjan on Unsplash
Jakarta - Pertumbuhan serangan ransomware semakin besar dan diperkirakan bakal makin sulit dilawan. Pasalnya pelakunya berubah dari beberapa pemain besar menjadi banyak pemain kecil.

Ini adalah analisis dari Bitdefender terkait ancaman keamanan terhadap sistem operasi Windows. Dalam analisis tersebut, menganalisa sejumlah serangan cyber terhadap Windows, termasuk ransomware, penambang bitcoin, malware tanpa file, eksploit, potentially unwanted application (PUA), dan trojan perbankan.

Menurut Bitdefender, dari semua serangan cyber yang ada, ransomware adalah jenis serangan yang pertumbuhannya sangat pesar secara year on year. Pertumbuhan malware penyandera ini mencapai 74,2%.

Sebenarnya jumlah laporan serangan ransomware sempat menurun pada pertengahan pertama 2019, yang disebabkan oleh grup hacker di balik ransomware GandCrab mengurangi intensitas serangannya.


Namun sejak itu laporan serangan ransomware melesat kembali, setelah ada ransomware baru yang banyak digunakan dan mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh GandCrab, demikian dikutip detikINET dari Zdnet, Selasa (19/11/2019).

Ransomware semacam Sodinokibi alias REvil atau Sodin memang tak bisa menggantikan GandCrab, namun pertumbuhannya terbilang pesat. GandCrab sendiri sebelumnya mendominasi marketshare ransomware dengan angka lebih dari 50%.

Kekosongan yang ditinggalkan oleh GandCrab itu sangat cepat terisi oleh ransomware lain, yang membuat serangan ransomware semakin terfragmentasi, atau terpecah. Hal tersebut membuat ransomware semakin kuat karena sulit untuk dilawan oleh para penegak hukum ataupun industri keamanan siber.

Meningkatnya serangan siber ke platform Windows ini diasumsikan membuat para pembuat malware tak sempat mengembangkan malwarenya untuk platform lain, dalam hal ini Mac.

"Dengan Windows yang menjadi medan pertempuran utama, hanya sedikit pembuat malware yang menginvestasikan waktu dan sumber dayanya untuk mengembangkan ancaman terhadap Mac, dan hanya berfokus pada ancaman canggih yang didesain untuk eksekutif C-level dan para pembuat keputusan," tulis Bitdefender dalam laporannya.


Namun ini bukan berarti Mac tak tak mendapat ancaman serangan cyber. Platform bikinan Apple itu mungkin memang jarang terserang ransomware, namun mereka menjadi target empuk bagi serangan cryptojacking, serangan dengan memanfaatkan celah yang ada, dan serangan PUA yang mungkin bisa berdampak pada privasi ataupun keamanan pengguna.

Pada pertengahan 2019 sendiri, kebanyakan serangan siber untuk platform macOS berbentuk penambang koin gelap, PUA, dan eksploit. Penambang koin gelap ini maksudnya adalah menyusupkan penambang mata uang digital ke dalam situs tertentu, dan memanfaatkan kemampuan komputasi korbannya untuk menambang mata uang digital.

Simak Video "Waduh! Akun Instagram Luna Maya Diretas"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fyk)