Sony Stop Produksi CD Anti Bajak
- detikInet
Jakarta -
Setelah mendapat peringatan dari para pakar keamanan, Sony akhirnya menghentikan produksi CD musik yang dilengkapi teknologi anti pembajakan. Teknologi tersebut dipercaya dapat membuat komputer rentan terhadap virus.Para pakar menjelaskan, hacker jahat dapat dengan mudah menyembunyikan program buatannya dengan mengeksploitasi software anti bajak tersebut. Dampaknya, software tersebut banyak digunakan virus untuk bersembunyi dari program pembasmi virus. Kalau sudah begitu, aksinya untuk menginfeksi komputer pun dapat dilancarkan dengan mudah.Penghentian produksi tersebut semata-mata atas dasar keamanan, meski sebenarnya Sony berhak memakai teknologi anti bajak untuk menghentikan aksi pembajakan musik."Kami juga terus menganalisa semua aspek dari inisiatif perlindungan kami. Semuanya digunakan untuk mendapatkan keamanan dan memudahkan konsumen," ujar Sony dalam pernyataannya seperti dikutip detikinet, Senin (14/11/2005) dari BBC News.Sejak akhir Oktober, Sony BMG menggunakan teknik menyembunyikan software untuk menghentikan pembajakan CD. Pakar pemrograman Windows, Mark Russinovich menemukan sistem perlindungan Sony XCP adalah sebuah rootkit yang dapat menyembunyikan dirinya di sistem operasi Windows.XCP menggunakan teknik ini untuk menginstall media layer sehingga penguna komputer dapat memainkan musik pada CD Sony BMG yang dilindung sistem tersebut. CD yang dilengkapi XCP tersebut, baru dijual di Amerika saat ini.Setelah Russinovich menjelaskan bagaimana XCP bekerja, para pakar keamanan berpikir, sangat mudah memboikot sistem anti pembajakan untuk menyembunyikan virus.Saat ini perusahaan anti virus telah menemukan tiga program jahat yang dilengkapi XCP.
(ketepi/)