Rabu, 06 Nov 2019 13:45 WIB

Spyware Pegasus Bobol WhatsApp, BSSN: Kalau Butuh Bantuan Kita Bantu!

Aisyah Kamaliah - detikInet
Foto: Justin Sullivan/Getty Images Foto: Justin Sullivan/Getty Images
Jakarta - Kehadiran spyware Pegasus yang mengerikan karena mampu membobol WhatsApp membuat banyak orang merasa terancam. BSSN siap siaga memantau dan membantu apabila memang dibutuhkan.

"Secara umum kita monitor dan tentu kan untuk menghadapi ancaman-ancaman itu tentu semua kan harus ikut bertanggung jawab ya," jelas Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letnan Jendral (Purn) Hinsa Siburian , Rabu (6/11/2019), kepada detikINET di sela acara Cyber Security Indonesia 2019, Jakarta Convention Center.

Ia menjelaskan, berbagai platform tentunya memiliki security masing-masing. Tugas dari lembaga negara dalam hal ini BSSN, adalah meyakinkan bahwa semuanya bisa berjalan dengan baik dan bisa mengamankan apabila terjadi ancaman, termasuk soal spyware Pegasus.



"Dan kalau misalnya butuh kekuatan, katakanlah untuk membantu, kita akan bantu, kita kirimkan tim," tegasnya.

Diketahui, serangan Pegasus diduga terjadi bulan Mei 2019. Serangan ini menimpa 1.400 pengguna WhatsApp di seluruh dunia. Pelaku kejahatan memanfaatkan celah keamanan di video call WhatsApp. Setidaknya, ada 100 orang menjadi korban, terdiri dari wartawan, pejabat politik dan kalangan lainnya.



Pegasus digambarkan bukan cuma membobol percakapan di WhatsApp, tetapi juga bisa masuk ke ponsel korban mengambil semua data seluler berupa foto, email, nomor kontak, lokasi, arsip, data history browsing, rekaman audio dan bahkan kamera.

Simak Video "Menkominfo Bicara Soal Ancaman Mata-mata Pegasus Milik Israel"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)