Senin, 04 Nov 2019 13:45 WIB

Bukan Cuma WhatsApp, Spyware Israel Juga Bobol Skype & Telegram

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Foto: Justin Sullivan/Getty Images Foto: Justin Sullivan/Getty Images
Jakarta - Publik dunia masih menunggu bagaimana langkah hukum WhatsApp terhadap NSO Group dari Israel yang menebar spyware. Aplikasi lain juga ternyata jadi korban.

Hal ini diungkapkan dalam dokumen mengenai Pegasus spyware yang diberitakan sejumlah media di India. Diketahui, dari 1.400 pengguna WhatsApp yang kebobolan spyware, banyak juga yang berasal dari India.

India Today TV memberitakan ternyata spyware WhatsApp itu juga menyerang melalui banyak aplikasi lain. Spyware canggih ini hanya butuh nomor telepon korbannya.


"Pegasus bisa menguasai semua data seluler termasuk dari Skype, Telegram, Viber," demikian isi laporannya seperti dilansir dari India Today, Senin (4/10/2019).

Bukan percakapannya yang diintip, melainkan spyware ini masuk lewat aplikasi itu untuk menanamkan kode jahat di ponsel targetnya. Setelah itu mereka bisa mengambil data dari SMS, foto, email, kontak, lokasi, arsip, history browsing, rekaman mikrofon dan kamera.


Setidaknya 100 korban adalah orang yang aktif dalam politik. Mereka adalah pengacara, wartawan, aktivis HAM, diplomat, dan pejabat pemerintahan. Ada dugaan para aktivis politik ini jadi incaran spyware karena NSO Group menjual jasa mereka kepada pemerintah dan organisasi yang membutuhkannya.

Wartawan Saudi, Jamal Kashogi yang tewas di Turki, disebutkan adalah salah satu target yang dimata-matai lewat spyware Pegasus, sebelum akhirnya dia dibunuh. Spyware ini dilaporkan WhatsApp menyerang penggunanya pada bulan April-Mei 2019 dengan modus WhatsApp call atau video call dari nomor tak dikenal.

Simak Video "Menkominfo Bicara Soal Ancaman Mata-mata Pegasus Milik Israel"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)