Pakai Trik Hacker, Sony Bikin Spyware?
- detikInet
Jakarta -
Guna mencegah pembajakan, Sony membuat piranti lunak dengan kemampuan rootkit ala hacker dan pembuat virus. Buntutnya software itu malah disebut sebagai Spyware. Waduh!Piranti lunak itu adalah jenis Digital Rights Management (DRM) dan digunakan Sony pada beberapa keping cakram digital (CD). Perusahaan antivirus Kaspersky Lab mengklasifikasikan software itu sebagai spyware. Hal itu dilakukan karena, menurut Kaspersky, software tersebut justru dapat menyebabkan crash dan kehilangan data. Bahkan piranti lunak itu memungkinkan gangguan pada integritas dan keamanan sistem yang dipakai. Kaspersky menyebut software DRM Sony sebagai Spyware berdasarkan definis dari Anti-Spyware Coalition. Di sisi lain, perusahaan antivirus Sophos baru 'berani' menyebut software tersebut sebagai 'ineptware'.Software DRM Sony menggunakan trik yang dikenal sebagai rootkit. Trik yang kerap dipakai hacker (dalam hal ini berarti seseorang yang ahli dalam pemrograman komputer-red) itu memungkinkan suatu aplikasi tidak terlihat oleh sistim operasi, software keamanan dan antivirus kebanyakan.Tapi bukan hanya itu, rootkit dapat dieksploitasi oleh pembuat virus guna menyembunyikan file dari pantauan sistem operasi atau program antivirus. Rootkit bisa mengambil sebagian kendali sistim operasi komputer, pada tingkatan yang lebih dalam, untuk menyembunyikan file atau proses yang sedang berjalan."Rootkit dari Sony dapat digunakan untuk menyembunyikan file dari sistim operasi. Bahayanya, program jahat lain bisa muncul yang mengeksploitasi rootkit tersebut," ujar Graham Cluley, Konsultan Teknologi Senior Sophos seperti dikutip detikinet dari CNET News Rabu (9/11/2005).Namun Sophos tidak menyebut software tersebut sebagai Malware. Cluley mengakui bahwa ada kemungkinan software semacam itu menjadi hal yang tidak diinginkan. Sophos juga berjanji akan menambahkan kemampuan mendeteksi piranti semacam itu dalam produk-produknya. David Emm, Konsultan Tekonologi Senior pada Kaspersky Lab, menyatakan cemas akan penggunaan rootkit Sony. "Kami tidak memiliki masalah pada perlindungan pembajakan yang dilakukan Sony. Tetapi selama 12 hingga 18 bulan belakangan ini, kami menemukan peningkatan kejahatan yang menggunakan rootkit," tutur Emm. Kaspersky mendefinisikan program yang berlaku seperti malware tetapi tidak memiliki unsur kejahatan dengan nama 'riskware'. Meski menyebut DRM dari Sony sebagai Spyware, program antivirus dari Kaspersky belum diberi kemampuan untuk mendeteksinya. Perusahaan tersebut berharap penggolongan DRM Sony dalam kategori Spyware akan menyampaikan pesan kepada industri. "Kami tak ingin melihat rootkit digunakan terus-menerus oleh perusahaan-perusahaan besar, sedangkan masih banyak masalah etis dan keamanan seputar hal itu," sebut pernyataan Kaspersky di blog resmi mereka.
(wicak/)