Senin, 07 Okt 2019 21:45 WIB

WhatsApp Cs Mau Dibikin Lebih Aman Kok Dihambat?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi enkripsi WhatsApp. Foto: detikINET/afr Ilustrasi enkripsi WhatsApp. Foto: detikINET/afr
Jakarta - Kementerian Hukum Amerika Serikat meminta Facebook untuk menunda rencana mereka untuk menerapkan enkripsi end-to-end di semua layanan pengiriman pesannya. Enkripsi atau penyandian end to end adalah upaya perlindungan agar pesan hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerimanya.

Mereka meminta Facebook untuk tak menerapkan enkripsi tersebut tanpa memastikan keamanan data pengguna jika sampai enkripsi ini tak diterapkan, demikian dikutip detikINET dari Engadget, Senin (7/10/2019).

Permintaan ini disampaikan dalam bentuk surat terbuka dari pejabat Kejaksaan Agung AS William Barr kepada CEO Facebook Mark Zuckerberg. Surat itu juga ditandatangani oleh penjabat Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kevin McAleenan dan Menteri Dalam Negeri Inggris UK Priti Patel, serta Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton.

Pada Maret lalu, Facebook mengumumkan rencana untuk meningkatkan privasi pengguna pada layanannya. Salah satu caranya adalah dengan mempersatukan layanan pengiriman pesan mereka, yang tersebar di WhatsApp, Instagram, dan Messenger dengan enkripsi end-to-end.

Hal itu terkait dengan rencana integrasi ketiganya untuk bisa saling berkirim pesan di masa mendatang dengan aman. Saat ini, baru WhatsApp yang punya enkripsi end to end, sedangkan Instagram dan Messenger belum memilikinya.


Menurut Kementerian Hukum AS dan pihak lain yang menandatangani surat terbuka itu, rencana ini bakal menghambat pihak berwajib dalam menegakkan aturan hukum, utamanya terkait aktivitas ilegal di platform pengiriman pesan milik Facebook.

Aktivitas ilegal tersebut antara lain adalah eksploitasi seks anak di bawah umur, terorisme, dan usaha mencampuri pemilihan umum. Sebelumnya muncul juga laporan yang menyebut ada setidaknya 12 juta laporan terkait konten pelecehan anak di bawah umur di Messenger pada 2018 lalu.

Dalam surat terbuka itu tertulis kalau Facebook harus membolehkan pihak berwajib untuk mendapat akses terhadap konten dalam bentuk yang bisa dibaca dan digunakan. Atau dengan kata lain memberikan akses backdoor agar pihak berwajib bisa mengakses WhatsApp, Instagram, dan Messenger.

Simak Video "Privasi WhatsApp Diacak-acak, Facebook Jadi Ancaman"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)