Kamis, 26 Sep 2019 17:35 WIB

Hasil Investigasi: 7,8 Juta Data Penumpang Lion Air Group Bocor

Agus Tri Haryanto - detikInet
Halaman 1 dari 2
Ilustrasi Lion Air Group. Foto: dok detikcom Ilustrasi Lion Air Group. Foto: dok detikcom
Jakarta - Kebocoran data penumpang Lion Air Group terus ditelusuri oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Dari hasil investigasi awal ditemukan bahwa kasus ini menyeret 7,8 juta data pribadi penumpang di berbagai negara, termasuk Indonesia di dalamnya.

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengungkapkan, pihak Kominfo telah mengirimkan pejabat Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika berangkat ke Malaysia dan melakukan pertemuan dengan Jabatan Perlindungan Data Pribadi (JPDP) Malaysia, Kementerian Komunikasi dan Multimedia Malaysia (KMMM) di Putrajaya pada 25 September kemarin.


Disampaikan Dirjen - JPDP Malaysia seperti dikatakan Ferdinandus, mereka telah meminta Malindo Air untuk melakukan koordinasi dengan otoritas perlindungan data pribadi di 18 (delapan belas) negara, di mana dari hasil investigasi awal ditemukan kebocoran data pribadi yang berasal dari 18 (delapan belas) kewarganegaraan, enam di antaranya merupakan negara-negara ASEAN, yaitu; Malaysia, Indonesia, Singapura, Vietnam, Myanmar dan Kamboja.

Pada hari yang sama juga, Tim Kementerian Kominfo melakukan pertemuan dengan perwakilan Malindo Air untuk memastikan bahwa data penumpang khususnya yang terkait dengan warganegara Indonesia sudah diamankan.

"Dari hasil investigasi awal yang dilakukan oleh pihak independen, terdapat sekitar 7,8 juta penumpang yang terkait kasus kegagalan perlindungan data pribadi yang terdiri dari beberapa kewarganegaraan antara lain: 66 % dari Malaysia, 4% dari India dan 2% dari Indonesia," kata Ferdinandus dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/9/2019).


Berikut langkah-langkah yang diambil Kominfo dalam kasus kebocoran data pribadi penumpang Lion Air Group: (agt/fay)