Waspadai 5 Ancaman Kejahatan Cyber - Halaman 2

Waspadai 5 Ancaman Kejahatan Cyber

ADVERTISEMENT

Waspadai 5 Ancaman Kejahatan Cyber

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 29 Agu 2019 07:50 WIB
Halaman ke 2 dari 3
Waspadai 5 Ancaman Kejahatan Cyber
Foto: GettyImages

1. Ransomware

Penyerang menginstal software untuk mematikan sistem bisnis atau membuat bisnis menjadi offline. Tebusan harus dibayar sebelum 'ransomware' dihapus atau dinonaktifkan. Dalam variasinya, penyerang mengancam membuat data korup sehingga tidak dapat digunakan jika uang tebusan tidak dibayarkan.

2. Pencurian data

Penyerang mencuri data pelanggan dan menjualnya ke oknum lain yang kemudian melakukan pencurian identitas. Atau, mereka meminta pembayaran untuk mengembalikan data yang dicuri tadi.

3. Penyamaran sebagai CEO atau petinggi perusahaan lain

Pengintaian online atas data publik memungkinkan pelaku kejahatan menyamar sebagai CEO atau direktur keuangan. Pelaku kemudian dapat meminta perubahan detail pembayaran pada faktur dan mengalihkan pembayaran ke akun mereka sendiri.

4. Penambangan Bitcoin

Bentuk kejahatan cyber yang relatif baru tetapi semakin banyak terjadi. Penyerang memasang software pada sistem TI (Teknologi Informasi) perusahaan dan membajak prosesor untuk menghasilkan mata uang kripto seperti Bitcoin. Sistem bisnis segera melambat atau berhenti.

5. Pencurian Intelectual Property

Spionase tidak terbatas pada aksi mata-mata di suatu negara. Spionase industri adalah ancaman nyata, dengan perusahaan ambisius yang
menargetkan sistem perusahaan saingan untuk mencuri Intelectual Property mereka.

Managing Partner Grant Thornton Indonesia Johanna Gani mengatakan, kelompok penjahat cyber cenderung menargetkan perusahaan menengah. Perusahaan besar mungkin memiliki dana yang lebih besar untuk membayar tebusan, namun mereka juga memiliki sumber daya yang lebih memadai untuk membangun pertahanan cyber yang lebih kuat.

"Sebaliknya, perusahaan menengah masih cukup berharga untuk menjadi target kejahatan cyber yang potensial, namun perusahaan menengah ini mungkin tidak memiliki tingkat sumber daya yang sama untuk berinvestasi dalam pertahanan keamanan cyber," sebutnya seperti dikutip dari keterangan resmi Grant Thornton Indonesia, Rabu (28/8/2019).

(halaman berikutnya: Peranan Petinggi Perusahaan Mengatasi Ancaman)

(rns/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT