Rabu, 31 Jul 2019 06:05 WIB

Dapat 'Paket Data 1.000GB' dari WhatsApp? Awas Kena Tipu!

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Dapat Paket Data 1.000GB dari WhatsApp? Awas Kena Tipu! (Foto: Justin Sullivan/Getty Images) Dapat 'Paket Data 1.000GB' dari WhatsApp? Awas Kena Tipu! (Foto: Justin Sullivan/Getty Images)
Jakarta - WhatsApp tahun ini sudah berusia 10 tahun -- tepatnya pada Januari 2019 lalu, dan hal tersebut dimanfaatkan untuk menyebarkan sebuah scam alias modus penipuan.

Peneliti di ESET menemukan sebuah scam yang mengiming-imingi penggunanya hadiah berupa paket data internet sebesar 1000GB dalam rangka ulang tahun WhatsApp. Pesan semacam ini tentu saja bukan berasal dari WhatsApp, pun memberikan hadiah seperti yang dijanjikan.




"WhatsApp Offers 1000GB Free Internet!" begitu pesan tersebut berbunyi, lengkap dengan sebuah tautan untuk informasi lebih lanjut di bawahnya. Ketika diklik, tentu saja tautan tersebut tak mengarahkan si korban ke situs resmi milik WhatsApp, seperti dikutip detikINET dari Forbes, Selasa (30/7/2019).

Video: WhatsApp Bakal Bisa Diakses di Berbagai Perangkat dengan Mudah

[Gambas:Video 20detik]



Namun, mengingat masih banyaknya bisnis yang berpromosi lewat situs pihak ketiga, pun masih rendahnya pengetahuan mengenai penipuan semacam ini, maka tak aneh jika masih banyak tertipu oleh modus semacam ini.

Tautan tersebut akan mengarahkan korban pada sebuah situs yang menuliskan "We offer you 1000 GB free internet without Wi-Fi! On the occasion of our 10th anniversary of WhatsApp." Di bawah kalimat dengan struktur yang aneh itu dilengkapi sebuah countdown yang menuliskan jumlah hadiah yang tersisa.



Lalu ada juga sejumlah pertanyaan mengenai bagaimana korbannya mengetahui adanya penawaran tersebut, dan sejumlah pertanyaan lain. Jika korban menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut maka akan muncul pop up berisi pesan untuk membagikan pesan promosi itu setidaknya ke 30 pengguna WhatsApp lain sebagai syarat untuk mendapat hadiahnya.

Untungnya, menurut peneliti di ESET tak ada malware ataupun pencurian data pribadi dalam scam ini. Scam tersebut, setidaknya sampai saat ini, hanya memberikan keuntungan klik iklan bagi si pelaku.



(asj/krs)