Selasa, 23 Jul 2019 22:32 WIB

Usai WhatsApp, Spyware Pegasus Kini Bisa Jebol Cloud

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: dok. Google Foto: dok. Google
Jakarta - Spyware Pegasus yang sempat ramai karena bisa menjebol WhatsApp kabarnya sudah diperbarui oleh NSO Group -- pembuatnya --, dan kini disebut bisa menjebol cloud storage.

Dilansir dari Financial Times, Selasa (23/7/2019), NSO Group kini menjajakan Pegasus versi baru yang tak cuma bisa mencuri data di iPhone dan ponsel Android, melainkan juga mengakses informasi pengguna yang disimpan di dalam cloud.

Sekadar pengingat, Pegasus adalah spyware yang didesain untuk memantau semua kegiatan pengguna pada ponselnya, seperti SMS, email, data lokasi, history browsing, panggilan telepon, foto, dan lainnya.

Spyware ini juga bisa menginfeksi lewat sebuah tautan yang dikirim lewat SMS. Dengan semua fitur tersebut, Pegasus jelas bukan spyware yang digunakan oleh pengguna biasa, karena pengguna utamanya biasanya adalah pemerintah, badan intelijen, dan sejenisnya.


Nah, pada versi terbarunya ini Pegasus disebut mempunyai kemampuan baru, yaitu menyusup ke dalam server cloud milik Apple, Google, Facebook, Amazon, dan Microsoft. Jadi Pegasus bakal bisa mencuri data seperti foto, pesan, atau bahkan data lokasi yang tersimpan di dalam layanan cloud milik perusahaan tersebut.

Cara kerja fitur baru ini kabarnya adalah dengan mengkopi kunci otentifikasi dari layanan seperti Google Drive, Facebook Messenger, iCloud, dan lainnya dari ponsel yang sudah terinfeksi. Kemudian Pegasus akan menggunakan server berbeda untuk menyamar sebagai ponsel tersebut.

Dengan begitu Pegasus bisa mengakses layanan cloud tersebut tanpa perlu menggunakan verifikasi dua tahap ataupun menyalakan notifikasi peringatan yang dikirimkan ke email pemilik aslinya.

Pihak Apple pun menanggapi kemampuan terbaru spyware ini, dan tampaknya mereka tak bermasalah dengan hal tersebut. Pasalnya, Pegasus dianggap sebagai spyware dengan harga mahal yang tak akan dipakai untuk menyerang konsumen biasa.


"Sejumlah alat mahal mungkin memang ada dan bisa melakukan serangan yang ditargetkan pada sejumlah kecil perangkat, namun kami tak menganggap hal ini (spyware) akan berguna untuk serangan yang menyebar luas terhadap konsumen lain," ujar juru bicara Apple dalam pernyataannya.

Pernyataan Apple ini mungkin benar adanya, dan kebanyakan pengguna Android dan iOS tak perlu mengkhawatirkan Pegasus. Namun tetap saja keberadaan spyware semacam ini mengingatkan kita kalau tempat penyimpanan data yang seharusnya sudah sangat aman pun tetap bisa dijebol oleh spyware.

Simak Video "Menkominfo Bicara Soal Ancaman Mata-mata Pegasus Milik Israel"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fyk)