Rabu, 29 Mei 2019 18:15 WIB

Pengakuan Hacker Remaja yang Berharap Dapat Kerja di Apple

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Stephen Lam/Reuters Foto: Stephen Lam/Reuters
Jakarta - Seorang remaja 17 tahun asal Adelaide, Australia ketahuan meretas sistem milik Apple, yang dilakukan untuk memamerkan kemampuan dan berharap bisa ditawari pekerjaan di perusahaan asal Cupertino, Amerika Serikat itu.

Remaja itu mengaku meretas mainframe Apple pada Desember 2015 dan awal 2017 bersama seorang remaja lain asal Melbourne. Dari hasil peretasan itu ia mengunduh dokumen dan data internal milik Apple.

Teknik yang dipakainya adalah dengan menciptakan kredensial palsu agar ia dianggap sebagai seorang karyawan Apple saat mengakses server tersebut. Aksinya ini kemudian dilaporkan Apple ke Federal Bureau of Investigation (FBI) yang kemudian mengontak Australian Federal Police (AFP).




Pengacara si remaja itu, Mark Twiggs, dalam pembelaannya menyebut si remaja yang tak disebut namanya ini tak menyadari kalau aksinya ini sangat berbahaya bagi Apple. Ia malah menganggap kalau kesuksesannya menjebol sistem keamanan Apple itu malah membuat Apple akan menawarinya pekerjaan.

"Aksi ini terjadi saat klien saya berusia 13 tahun, usia yang sangat muda. Ia tak tahu kalau aksinya ini adalah pelanggaran yang sangat serius dan malah berharap ia bakal mendapatkan pekerjaan di perusahaan itu,"ujar Twiggs dalam laporannya.

Pemikiran itu didasari sebuah kasus lain yang terjadi di Eropa, di mana seorang hacker yang berhasil menjebol situs Apple malah kemudian dipekerjakan di perusahaan tersebut, demikian dikutip detikINET dari Gizmodo, Rabu (29/5/2019).

Apple sendiri tak mengungkap kerugian, baik finansial maupun intelektual, dari peretasan ini. Si pelaku pun sudah mengaku bersalah atas aksinya itu, dan hakim David White tak memberikan hukuman kecuali denda AUD 500 karena pelaku berkelakuan baik selama sembilan bulan ke belakang.


(asj/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed