Rabu, 15 Mei 2019 12:55 WIB

Kehebatan Teknologi Israel yang Diduga Terobos WhatsApp

Fino Yurio Kristo - detikInet
Halaman 1 dari 2
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
FOKUS BERITA Spyware WhatsApp Call
Jakarta - Teknologi yang dikembangkan oleh NSO Group, perusahaan asal Israel, diyakini dipakai pihak tertentu untuk memanfaatkan celah keamanan di WhatsApp. NSO dikenal sukses besar dalam bisnis software mata-mata.

Spyware yang dibicarakan di sini menginfeksi lewat fitur telepon WhatsApp pada versi Android maupun di iOS. Hebatnya, meski menginfeksi lewat jalur fitur telepon WhatsApp, spyware tetap bisa menyusup meski telepon yang masuk itu tak dijawab korban.


Bahkan dalam sejumlah kasus, panggilan telepon yang tak terjawab itu bisa hilang dari log sehingga pengguna WhatsApp tidak pernah menyadari adanya telepon tersebut. Spyware itu dapat mengakses beragam informasi pribadi pengguna, dari pesan teks sampai data lokasi.

NSO Group berdiri pada tahun 2010. Mereka terkenal karena membuat salah satu spyware paling canggih di dunia yang dinamakan Pegasus.

Pegasus bisa diinstall diam-diam di versi tertentu iOS, sistem operasi iPhone. Ia dapat membaca pesan teks, melacak panggilan telepon, mengambil password, melacak lokasi hingga mengambil informasi dari aplikasi.


Kemudian, ia dapat menghapus bukti eksistensi dirinya. Besar kemungkinan, para target tidak mengetahui bahwa smartphone mereka telah dimata-matai.

Pegasus dapat menginfeksi ponsel antara lain cukup dengan mengirim SMS khusus ke ponsel target untuk menginstall progam itu di background tanpa disadari user. "Kami benar-benar hantu. Kami tidak meninggalkan jejak," sebut salah satu pendiri NSO soal Pegasus.

Eksistensi Pegasus diketahui pada Agustus 2016 saat kabarnya ia digunakan untuk memata-matai aktivis di Uni Emirat Arab. Pegasus juga dikaitkan dengan kematian reporter Washington Post, Jamal Khashoggi dan untuk melacak gembong narkoba Meksiko, Joaquin Guzman.

Dikutip detikINET dari Guardian, Pegasus terdeteksi digunakan di 45 negara termasuk Arab Saudi, Meksiko,Bahrain, Kazhakstan dan Uni Emirat Arab. NSO mengatakan mereka juga mendapat kontrak di 21 negara Uni Eropa.

Halaman Selanjutnya: Berhubungan dengan Pemerintah Israel? (fyk/krs)
FOKUS BERITA Spyware WhatsApp Call