Jumat, 15 Mar 2019 19:33 WIB

Tangkal Hoax di Twitter, BSSN Punya 'Jalur Khusus'

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Maraknya hoax hingga ujaran kebencian yang beredar di media sosial, membuat Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) gerah. Lembaga ini pun mempunyai 'jalur khusus' dalam menangkal hoax di Twitter.

Disampaikan 'jalur khusus' tersebut dibuat setelah dilakukannya pertemuan antara BSSN dan Twitter pada hari ini, Jumat (15/3/2019). Koordinasi dengan media sosial ini berlangsung tertutup, di mana sebelumnya BSSN juga mengundang Facebook, tetapi tidak hadir.




Sekretaris Utama BSSN Syahrul Mubarak menjelaskan pertemuan dengan perwakilan Twitter Indonesia ini berbicara mengenai proses bisnis media sosial berlogo burung itu di Tanah Air. Adapun ada dua poin yang disepakati hasil pengembangan percakapan tersebut.

"Yang pertama ditawarkan adalah capacity building. Ini diperlukan BSSN untuk bisa melakukan pelaporan yang efektif kepada Twitter. Kemudian yang kedua ada kebutuhan-kebutuhan khusus yang dimintakan BSSN, nanti BSSN mendapatkan sesuai dengan permintaan BSSN. Nanti akan difungsikan dan dispesifikan lagi melalui 3.0 one," tutur di kantor BSSN, Jakarta.




Diketahui, 3.0 one yang dimaksud Syahrul adalah kerja sama Twitter dan BSSN dalam capacity building bagi personil BSSN dalam meningkatkan respons layanan informasi kepada publik.

Sejatinya, sudah ada kanal pelaporan publik melalui aduankonten.id yang dikelola Kominfo dan Twitter terkait adanya konten negatif yang ditemukan di platform besutan Jack Dorsey itu. Sementara lewat 3.0 one ini, BSSN akan lebih meningkatkan koordinasi dengan berbagai lembaga pemerintah untuk menghindari duplikasi laporan yang masuk ke platform.

Sementara dari satu sisi lain, pihaknya terus menjalin koordinasi dengan para penyedia platform media sosial dalam menangkal laju hoax. Di sisi lainnya lagi, BSSN pun mengaku terus menginisiasi yang berkaitan dengan penanggulangan konten negatif di dunia maya.




"Saya pikir, kita sudah banyak menginisiasi berkaitan dengan penanggulangan konten negatif, hoax, hingga ujaran kebencian dan ini memang tidak bisa dilakukan sendiri, harus melakukan koordinasi," pungkasnya.


(rns/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed