Jumat, 08 Feb 2019 06:00 WIB

Waspada Penipuan 'Teman Gadungan' di WhatsApp

Kris Fathoni W - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Sebuah modus penipuan "teman gadungan" sedang marak di WhatsApp. Berikut kisah seputar hal itu, termasuk cara agar tidak ikut menjadi korban.

Kisah ini antara lain diwartakan oleh The Sun, terkait dengan adanya sejumlah kasus yang membuat akun pengguna tertentu dibajak orang tak bertanggung jawab untuk kemudian dipakai dalam tindak penipuan.



Menurut McAfee, tindak kejahatan siber yang melibatkan peretasan akun itu sudah membuat 46% orang Britania Raya menjadi korban hack dan kehilangan sejumlah uang akibat dampaknya.

Di penjuru Britania Raya, secara rata-rata penipuan ini membuat masing-masing orang bisa kecolongan 725 poundsterling. Aplikasi populer macam WhatsApp pun tidak lepas jadi sasaran para penipu tersebut.

Dalam kasus WhatsApp ini, sebut The Sun, para penipu itu akan berpura-pura jadi salah seorang teman dari pengguna yang jadi sasaran. Penipu yang menjadi "teman gadungan" ini awalnya akan berpura-pura ganti nomor, sok kenal, lalu memiliki tujuan akhir minta kode verifikasi.

Nah, sebagai pengingat, kode verifikasi ini merupakan sebuah aspek krusial di WhatsApp. Kamu biasanya akan menerima kode itu ketika mendaftar di WhatsApp. Kode ini sendiri bertugas memverifikasi pengguna nomor telepon selaku pemegang akun sah.

"Tapi jika Anda memberitahukan kode verifikasi (ke pihak lain), si penipu kemudian bisa mencuri akun Anda tersebut," kata The Sun.

Tatkala si penipu sudah memiliki kode verifikasi, mereka akan mengambil alih akun WhatsApp tersebut dan kemudian berpura-pura menjadi si pengguna yang asli untuk melakukan kejahatan. Ini yang biasa dikenal dengan akun kena hack atau dibajak.

Dengan akun WhatsApp bajakan di tangan, si penjahat makin sah saja jadi "teman gadungan". Si penipu ini lazim menggunakan akun yang dibajaknya untuk minta transferan uang dan gift card ke orang-orang yang ada di nomor kontak akun tersebut. Selain itu mereka juga dapat mengulangi modus serupa dalam minta kode verifikasi, untuk memperluas aksi.

"Menurut Straits Times, 10 orang di Singapura sudah terkena tipuan dengan modus semacam ini," tulis The Sun.

Seiring dengan kian maraknya kasus semacam itu, yang juga sudah terpublikasi secara luas, sangat mungkin modus serupa akan ditiru di negara-negara lain termasuk Indonesia. Sebagai pengguna WhatsApp, tentunya kita pun mesti mengetahui cara agar terhindar dari modus penipuan macam ini.

Pada dasarnya, ada satu hal utama yang bisa kamu lakukan: jangan pernah sekali-kali memberitahukan kode verifikasi WhatsApp ke orang lain. Tak ada alasan orang lain membutuhkan kode tersebut.

Jika pun pada satu waktu kode verifikasi itu muncul di inbox emailmu, jangan panik karena si penipu takkan pernah bisa mengakses akun WhatsApp-mu terkecuali mereka memasukkan kode tersebut.



"Kemungkinan besar kode itu dikirimkan kepadamu karena seseorang memasukkan nomormu ketika mau mendaftar di WhatsApp," jelas WhatsApp.

"Tanpa kode verifikasi, pengguna yang sedang melakukan verifikasi nomor takkan bisa menuntaskan proses tersebut, maupun menggunakan WhatsApp dengan nomor bersangkutan," jelas pernyataan itu.

Juga tetap waspada jika ada kontakmu di WhatsApp yang minta ditransfer uang atau gift card. Tak ada salahnya mengonfirmasi ulang permintaan tersebut dengan cara "klasik" yakni menelepon langsung orang bersangkutan. Dengan demikian, kamu setidaknya bisa berusaha mengantisipasi agar tak ikut menjadi korban dari modus penipuan "teman gadungan".


Simak Juga 'Kebijakan Baru WhatsApp Cegah Penyebaran Berita Hoaks Jelang Pemilu':

[Gambas:Video 20detik]


(krs/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed