Kamis, 07 Feb 2019 13:25 WIB

Sejumlah Aplikasi di iPhone Diam-diam Rekam Data Pengguna

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: DW (News) Foto: DW (News)
Jakarta - Sejumlah aplikasi traveling dan ritel populer seperti pemesanan tiket pesawat, hotel, dan sejenisnya disebut melakukan praktik perekaman layar iPhone tanpa sepengetahuan penggunanya.

Tudingan yang muncul dari investigasi TechCrunch ini menyebut aplikasi-aplikasi tersebut melakukan hal yang sering disebut dengan 'session replaying', dan biasanya melibatkan perusahaan pihak ketiga.




Salah satu contoh perusahaan tersebut adalah perusahaan analitik Glassbox, yang membenamkan teknologi tersebut ke dalam aplikasi-aplikasi yang dimaksud. Dari sana, software Glassbox akan merekam semua aktivitas pengguna di dalam aplikasi, termasuk mengambil screenshot.

Lebih parahnya, di sejumlah aplikasi, aktivitas perekaman ini juga termasuk ketika pengguna memasukkan informasi rahasia, seperti nomor paspor, nomor kartu kredit, dan berbagai informasi personal serta finansial lain.




Masih menurut TechCrunch, dari semua aplikasi travel dan ritel yang mereka temukan, tak ada yang membeberkan aktivitas ini ke dalam perjanjian privasi atau dokumen yang bisa diakses publik.

Bahkan, sepertinya tak ada satu pun dari aplikasi ini mendapat izin dari pengguna untuk melakukan aktivitas perekaman layar itu. Dari daftar aplikasi yang melakukan aktivitas ini, ada sejumlah nama besar seperti Air Canada, Abercrombie & Fitch, Expedia, Hotels.com, dan Singapore Airlines termasuk di dalamnya.

Sepertinya, 'session replaying' ini memang adalah praktik biasa di dalam industri aplikasi mobile. Namun hal yang membahayakan adalah beberapa dari aplikasi tersebut tidak mengenkripsi data-data yang mereka rekam dari penggunanya.

App Analyst mencatat salah satu yang tak melakukan enkripsi dengan baik itu adalah Air Canada, yang tak mengenkripsi hasil rekaman itu ketika dikirim dari perangkat mobile pengguna ke server perusahaan.




Ini artinya aktivitas ini rawan disusupi pihak tak bertanggung jawab. Pada Agustus 2018 lalu, Air Canada melaporkan kalau aplikas mobilenya dijebol hacker, yang membuat profil dari 20 ribu penggunanya tersebar, termasuk nomor paspor dan bermacam informasi sensitif lain.

Air Canada jelas bukan satu-satunya aplikasi yang merekam data pengguna dan tak melakukan enkripsi dalam pengiriman datanya. Hal ini tentu sangat mengerikan karena banyak informasi sensitif yang bisa bocor ke pihak tak bertanggung jawab, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (7/2/2019).



Simak juga video 'Mengenal Lebih Dalam Prosesor Terbaru iPhone':

[Gambas:Video 20detik]

(asj/krs)