Tersangka Asal Maroko Bukan Dalang Zotob
- detikInet
Jakarta -
Salah seorang tersangka asal Maroko yang ditahan FBI karena diduga sebagai pembuat Zotob, ternyata bukan pelaku sebenarnya. Farid Essebar, tersangka berkewarganegaraan Maroko, 18, yang dituduh telah merusak sistem komputer bank terkemuka, perusahaan teknologi dan organisasi media di seluruh dunia, ternyata bukan pelaku penyebar Zotob. Hal itu disampaikan pengacaranya seperti dikutip detikinet Rabu (13/9/2005) dari AFP.Farid Essebar muncul di pengadilan kriminal Rabat Selasa (13/9/2005), setelah sebelumnya ditahan pada 25 Agustus oleh kepolisian Maroko atas perintah Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat.Kepolisian Maroko mengatakan bahwa FBI sudah melacak asal worm Zotob ke situs Maroko."Klien saya tidak membuat virus Zotob, tetapi hanya ikut serta dalam pembuatan worm yang menulari komputer," tukas pengacara Mohamed Sertate. Dia mengatakan bahwa yang bertanggung jawab atas pembuatan Zotob adalah tersangka berkewarganegaraan Turki, bukan kliennya.Zotob merupakan worm yang menyebar di sejumlah komputer yang memungkinkan penciptanya menguasai komputer yang terinfeksi dari jauh. Bahkan mencegah pemilik komputer untuk mengakses situs antivirus.Beberapa korban virus Zotob diantaranya adalah komputer milik CNN International dan ABC News, surat kabar The New York Times, raksasa komputer Microsoft dan bandar udara San Francisco.Sementara itu tersangka asal Turki berusia 23 tahun, yang dikenal sebagai Attila E., juga ditangkap pada hari yang sama dengan Essebar. Attila ditangkap di Turki Selatan setelah FBI memburunya berbulan-bulan.Menurut pembuat software Amerika, Symantec, virus Zotob telah mematahkan sistim keamanan di sistim operasi Windows 95, 98, ME, NT, 2000 dan Windows XP.Tidak jelas bagaiman nasib Esseber nantinya, apakah bebas atau tetap dikenakan hukuman. Demikian halnya hukuman untuk Attila, kita tunggu kelanjutannya.
(ketepi/)