Jumat, 11 Jan 2019 09:15 WIB

Peretas Pesan WhatsApp Bisa Dibayar Rp 14 Miliar

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Aplikasi WhatsApp. Foto: detikINET/Irna Prihandini Aplikasi WhatsApp. Foto: detikINET/Irna Prihandini
Jakarta - Sejumlah platform berbagi pesan singkat seperti WhatsApp dan iMessage menggunakan penyandian end-to-end encryption sehingga membuatnya tidak mudah untuk diretas. Sayangnya, hal ini membuatnya kadang digunakan bagi pelaku kejahatan agar jejak komunikasinya tidak mudah dilacak.

Maka dari itu, tidak mengherankan jika para peretas yang bisa membobol isi pesan-pesan seperti itu bisa dihargai tinggi. Hal ini tampak dari salah satu kicauan yang ditulis oleh Zerodium, perusahaan sistem keamanan asal Amerika Serikat.



Melalui akun Twitter miliknya, mereka mematok harga baru bagi siapa pun yang bisa membongkar isi pesan WhatsApp, iMessage, hingga SMS dan MMS. Tak tangung-tanggung, bayaran yang diberikannya mencapai USD 1 juta, atau sekitar Rp 14 miliar.




Bayaran tersebut berlaku untuk meretas di perangkat mobile berbasis Android maupun iOS. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibanding bayaran untuk meretas isi pesan Telegram, WeChat, dan Facebook Messenger di perangkat mobile Android dan iOS yang 'hanya' USD 500 ribu, atau sekitar Rp 7 miliar.

Nominal yang ditawarkan untuk melakukan jailbreak jarak jauh terhadap perangkat iOS lebih fantastis. Zerodium menawarkan biaya hingga USD 2 juta, atau sekitar Rp 28 miliar, bagi sosok yang bisa melakukan hal tersebut.

Sekadar informasi, tawaran yang diberikan oleh Zerodium ini termasuk ke dalam program bug bounty. Jadi, itu adalah program yang memungkinkan seseorang untuk mendapat imbalan setelah bisa melaporkan adanya kerawanan atau celah yang bisa disusupi.

(mon/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed