Jumat, 07 Sep 2018 11:26 WIB

Terungkap, Sosok Hacker Korut Otak Serangan WannaCry

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi. Foto: Thinkstock Ilustrasi. Foto: Thinkstock
Jakarta - Departemen Hukum Amerika Serikat mendakwa Park Jin-hyok, seorang programmer asal Korea Utara atas sejumlah serangan cyber yang pernah terjadi, salah satunya ransomware WannaCry yang sempat bikin heboh pada 2017.

Park Jin-hyok, yang dipercaya berada di Korea Utara, beraksi atas perintah pemerintah Korea Utara, setidaknya itu yang dikatakan oleh pihak AS. Selain WannaCry, Park juga disebut terkait dengan peretasan server Sony Pictures, dan pencurian USD 81 juta dari Bank Bangladesh.

Ini Dia Sosok Hacker di Balik Serangan WannaCryPark Jin-hyok. Foto: Dok. FBI

Pihak AS percaya Park bekerja untuk grup hacker asal Korut yang bernama Lazarus Group, yang pernah mencoba menjebol sistem keamanan sejumlah perusahaan asal AS, termasuk di antaranya adalah Lockheed Martin, yang merupakan kontraktor militer AS.

Menurut jaksa penuntut, Park adalah bagian dari konspirasi besar selama bertahun-tahun ke belakang yang dilakukan oleh pemerintah Korea Utara. Tentu yang paling membekas adalah ransomware WannaCry, yang merusak sistem komputer di 150 negara.

Ini adalah pertama kalinya Departemen Hukum AS mendakwa seorang hacker yang disebut berasal dari Korea Utara. Beberapa tahun ke belakang, AS sudah mendawka hacker asal China, Iran dan Rusia, dengan tujuan mempermalukan negara-negara tersebut karena mendukung serangan cyber ke perusahaan asal AS.

Namun dakwaan AS terhadap Park ini tak bisa diproses lebih lanjut karena AS tak punya perjanjian ekstradisi dengan Korea Utara, demikian dikutip detikINET dari ABC, Jumat (7/9/2018). (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed