Peneliti dari firma Check Point Software Technologies menemukan bahwa mesin fax yang masih banyak digunakan di perusahaan memiliki celah keamanan serius.
Kerentanan ini dapat dimanfaatkan oleh hacker untuk mencuri informasi sensitif melalui jaringan milik perusahaan hanya dengan menggunakan saluran telepon dan nomer fax.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian file tersebut diterjemahkan dan disimpan dalam memori printer. Hal ini memungkinkan penyerang untuk mengambil alih kontrol printer.
Setelah itu, mereka berhasil menyusup ke seluruh jaringan komputer di mana printer tersebut terhubung.
Peneliti dari Check Point sendiri menggunakan printer all-in-one dari Hewlett-Packard (HP) untuk menguji celah tersebut. HP sendiri telah memperbaiki celah tersebut sebelum laporan ini diterbitkan, tetapi peneliti memperingatkan bahwa printer all-in-one dari merk lain mungkin masih memiliki celah serupa.
Peneliti juga menyarankan agar perusahaan membagi jaringan komputernya menjadi sub-network. Dengan begitu file yang sensitif akan disimpan di sub-network yang terpisah dengan jaringan yang digunakan oleh printer.
Baca juga: Deretan Hacker Cantik yang Gegerkan Dunia |
Mesin fax sendiri masih banyak digunakan untuk berkomunikasi. Diperkirakan ada 46 juta mesin fax yang masih aktif digunakan dan sekitar 17 juta di antaranya ada di Amerika Serikat.
Mesin fax juga masih diandalkan sebagai metode komunikasi utama di industri kesehatan. Seperti penyedia layanan kesehatan Inggris, National Health Service yang masih menggunakan 9.000 mesin fax. (fyk/fyk)