Selasa, 14 Agu 2018 09:58 WIB

Waspada, Mesin Fax Ternyata Rawan Ancaman Hacker

Virgina Maulita Putri - detikInet
Ilustrasi. Foto: Internet Ilustrasi. Foto: Internet
Jakarta - Mesin fax mungkin saat ini merupakan alat komunikasi yang ketinggalan zaman. Tetapi siapa sangka bahwa mesin fax memiliki celah yang dapat dimanfaatkan hacker?

Peneliti dari firma Check Point Software Technologies menemukan bahwa mesin fax yang masih banyak digunakan di perusahaan memiliki celah keamanan serius.

Kerentanan ini dapat dimanfaatkan oleh hacker untuk mencuri informasi sensitif melalui jaringan milik perusahaan hanya dengan menggunakan saluran telepon dan nomer fax.

Seperti dilansir detikINET dari CNBC, Selasa (14/8/18), peneliti menguji celah ini dengan mengirimkan kode berbahaya yang disamarkan sebagai file gambar ke printer all-in-one.




Kemudian file tersebut diterjemahkan dan disimpan dalam memori printer. Hal ini memungkinkan penyerang untuk mengambil alih kontrol printer.

Setelah itu, mereka berhasil menyusup ke seluruh jaringan komputer di mana printer tersebut terhubung.

Peneliti dari Check Point sendiri menggunakan printer all-in-one dari Hewlett-Packard (HP) untuk menguji celah tersebut. HP sendiri telah memperbaiki celah tersebut sebelum laporan ini diterbitkan, tetapi peneliti memperingatkan bahwa printer all-in-one dari merk lain mungkin masih memiliki celah serupa.

Peneliti juga menyarankan agar perusahaan membagi jaringan komputernya menjadi sub-network. Dengan begitu file yang sensitif akan disimpan di sub-network yang terpisah dengan jaringan yang digunakan oleh printer.



Mesin fax sendiri masih banyak digunakan untuk berkomunikasi. Diperkirakan ada 46 juta mesin fax yang masih aktif digunakan dan sekitar 17 juta di antaranya ada di Amerika Serikat.

Mesin fax juga masih diandalkan sebagai metode komunikasi utama di industri kesehatan. Seperti penyedia layanan kesehatan Inggris, National Health Service yang masih menggunakan 9.000 mesin fax. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed