Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Google dan Yahoo Ajak Bajak Data Peta

Google dan Yahoo Ajak Bajak Data Peta


- detikInet

Jakarta - Dua situs paling populer di Internet, Google dan Yahoo, rupanya tak takut dibajak. Setelah meluncurkan layanan peta digital, keduanya mengajak hacker untuk membajak data peta tersebut. Google yang pertama melakukan itu dengan membuka Application Programming Interfaces (API) untuk layanan google map. Satu hari setelahnya, Yahoo mengumumkan hal yang sama untuk portal Yahoo Maps. Kedua perusahaan tersebut berharap aksi tersebut akan menggairahkan para hacker. Hal itu akan membantu perusahaan untuk mencari pegawai dan yang paling penting dapat menciptakan prototipe gratisan. Tetapi kedua situs pencari tersebut sangat tidak setuju bila portal ini digabungkan menjadi satu oleh para hacker."Kami melakukan semua ini karena mereka (para hacker) sudah melakukan ini terlebih dahulu," ungkap manajer Google Maps, Bret Taylor, seperti dikutip detikinet, Selasa (5/7/2005) dari Wired. Taylor menekankan, Google adalah perusahaan yang memupuk jaringan pengembang dan membangun cara yang lebih baik untuk berinteraksi dengan programmer di luar mereka."Sejujurnya kami menyukai solusi yang baru dan inovatif. Kami mengharapkan ide baru dan kreatif untuk memecahkan masalah yang belum pernah kita pikirkan," Taylor menambahkan. Keduluan HackerSebelum Google membuka API tersebut, beberapa 'pembajakan' Google Maps telah terjadi. Salah satunya adalah Housing Map karya Paul Rademacher. Paulmengawinkan Google Maps dengan iklan rumah pada Craiglist (penyedia jasa iklan baris populer di Amerika Serikat). Masih dari Paul, ada situs 'anti macet' yang menggabungkan data lalu-lintas dari Yahoo dengan Google Maps. Hacker lainnya, Adrian Holovaty, menggabungkan peta tingkat kejahatan Chicago dengan Google Maps. Hasilnya, pengguna bisa melihat peta kejahatan sesuai keinginan, apakah berdasarakan kejahatan mobil hingga penyuapan. Hack lain yang pernah dilakukan adalah menggabungkan peta digital dengan kamera lalu-lintas di London dan peta pencari bensin murah. Sayangnya situs yang disebut terakhir sudah tidak aktif.Kedua perusahaan tersebut mempunyai peraturan yang berbeda untuk produk ini. Yahoo sedikit lebih fleksibel dan menawarkan hosting bagi 'pembajak'. Namun ini juga berarti hasil 'bajakan' itu hanya bisa dibuka di situs Yahoo. Mengenai iklan, hacker bisa memilih untuk meniadakannya.Di sisi lain Google meminta hacker memiliki hosting sendiri. Meski begitu, Google memegang erat hak beriklan di situs tersebut. Ada yang tertarik untuk meng-hack dua situs ini? (wicak/)





Hide Ads