Selasa, 10 Apr 2018 11:23 WIB

Perlukah Facebook Dimatikan? Ini Kata Jack Ma

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Jack Ma sedang kung fu. Foto: internet Jack Ma sedang kung fu. Foto: internet
FOKUS BERITA Data Facebook Bocor
Jakarta - Bobolnya Facebook oleh sejumlah firma analisis data yang membuat informasi mengenai jutaan penggunanya bocor turut membuat Jack Ma buka suara.

Jack Ma, yang merupakan pendiri Alibaba, mengatakan bahwa Facebook harus segera memecahkan masalah privasi data penggunanya. Dalam acara Boao Forum for Asia di Provinsi Hainan, China, pria bernama asli Ma Yun tersebut turut menyebutkan solusi yang dapat diterapkan oleh Mark Zuckerberg beserta timnya di Facebook.

"Solusi yang paling penting adalah, kamu harus bisa menghormati data, keamanan, dan privasi. Para pemangku kekuasaan harus bisa bertanggung jawab dengan mengajak semua pihak mulai menyelesaikan masalah tersebut," ujarnya, seperti detikINET kutip dari Reuters, Selasa (10/4/2018).



"Aku tidak akan berkomentar banyak mengenai Facebook, namun aku akan mengatakan bahwa 15 tahun yang lalu, Facebook tidak akan memperkirakan hal seperti ini tumbuh begitu besar," katanya menambahkan.

Jack Ma turut menyebutkan bahwa sebuah jejaring sosial seperti Facebook yang memiliki sekitar dua miliar pengguna memang sangat mungkin untuk menghadapi masalah-masalah di luar dugaan mereka sebelumnya. Untuk itu, ia berpendapat bahwa memang sudah waktunya bagi Facebook untuk dibenahi.

"Tapi, kupikir masalah ini akan terselesaikan. Kita tidak perlu membunuh perusahaan ini karena masalah tersebut," ucapnya.



Perkataan Jack Ma yang bernada optimis dalam kiprah Facebook ke depan dapat menjadi pemantik semangat tersendiri bagi Mark Zuckerberg yang akan menghadap U.S. Senate Commerce and Judiciary Committees untuk menjelaskan bagaimana perusahaannya mengelola data dari para user.

Hal tersebut dilakukan oleh Zuck sebagai pertanggung jawaban terhadap penyalahgunaan data milik 87 juta pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica. Firma analisis data asal Inggris tersebut menggunakan informasi yang dikumpulkannya sebagai usaha untuk memenangkan Donald Trump pada pemilihan presiden Amerika Serikat 2016 lalu.

[Gambas:Video 20detik]

(fyk/fyk)
FOKUS BERITA Data Facebook Bocor

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed