Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Bagle Kembali Merajalela Sampai ke Indonesia

Bagle Kembali Merajalela Sampai ke Indonesia


- detikInet

Jakarta - Varian terbaru virus Bagle Downloader menyebar cepat. Hampir 70 ribu kopi virus diperkirakan menyebar sejak kemunculannya. Sedangkan di Indonesia virus tersebut menghinggapi hampir 200 pengguna. The Register melansir, perusahaan penjaring e-mail MessageLabs memperkirakan virus tersebut berasal dari YahooGroup. Secara global jumlahnya sudah membiak menjadi 70 ribu. Varian Bagle yang belum dinamai ini, menyebarkan trojan yang mampu men-download 'program jahat' dari berbagai situs. Berbagai 'program jahat' tersebut lalu disebar melalui attachment e-mail. Para pengguna Windows yang membuka file attachment tersebut, akan mengaktifkan Bagle dan memanen alamat e-mail yang ditemukan pada media penyimpan komputer. Virus itu kemudian menyebarkan diri secara otomatis ke daftar e-mail yang ditemuinya. Virus ini menyebar melalui e-mail tanpa subyek dan badan e-mail dibiarkan kosong."Pagi ini saya mendapat kabar, di Indonesia sudah mencapai 100-200 komputer terinfeksi," kata Alfons Tanujaya, spesialis antivirus dari Vaksincom, ketika dihubungi detikinet, Kamis (2/6/2005). "Bagle meniru trik Sober," ujarnya. Menurut Alfons, sudah dua hari belakangan ini pihaknya menerima banyak keluhan tentang virus yang menyerang dengan makin gencar.Alfons mengatakan, virus Bagle bisa menghapus program antivirus, men-download file dari ratusan situs dan merubah ekstensi sebuah file. "Kita mungkin berfikir file gambar yang berekstensi .gif adalah file yang tak berbahaya. Padahal file tersebut ada yang disisipi virus sehingga begitu masuk ke komputer, langsung berubah menjadi file berekstensi .exe," jelas Alfons. "Bagle juga merubah nama program antivirus seperti file update.exe menjadi update1.exe sehingga program tidak bisa dijalankan," tambahnya.Menurut Alfons, dibanding virus lain seperti mytob.dj., Bagle tidak terlalu berbahaya. "Bagle hanya memberatkan kinerja komputer saja, sedangkan mytob.dj menghilangkan perintah-perintah penting di komputer seperti command prompt, registry dan ctrl-alt-del," papar Alfons. "Hal tersebut mempersulit pembasmian virus. Saya salut sama pembuat virus tersebut. Dia sudah memikirkan untuk menghilangkan langkah-langkah untuk memperbaiki komputer yang terkena virus. Pemikirannya sudah beberapa langkah ke depan," paparnya.Bagi yang sudah terkena virus atau belum, Alfons mengatakan tidak perlu khawatir. Sudah ada antivirus untuk menangani masalah virus yang sedang marak. Alfons menyarankan pengguna komputer untuk segera meng-update file antivirusnya. "File update terbaru seperti McAfee, Norton dan Vaksin sudah tersedia untuk merecover dan memproteksi virus Sober, Bagle serta mytob.dj," ujarnya. (wicak/)







Hide Ads