Rabu, 29 Nov 2017 16:16 WIB

Hacker Yahoo Akhirnya Mengaku Bersalah

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Internet Foto: Internet
Jakarta - Seorang warga negara Kanada bernama Karim Baratov akhirnya mengaku bersalah telah meretas Yahoo dan mencuri setidaknya 500 juta akun pengguna Yahoo.

Baratov, 22 tahun, adalah satu-satunya hacker yang ditangkap dalam kasus Yahoo, karena tiga orang tersangka lain dalam kasus tersebut tinggal di Rusia, dan ketiganya tak bisa diekstradisi ke Amerika Serikat.

Dua dari tiga pelaku peretasan itu adalah anggota dari FSB, badan intelijen Rusia, sementara yang satu adalah seorang hacker Rusia bernama Alexsey Belan. Jaksa penuntut mempercayai kalau Dmitry Dokuchaev dan Igor Sushchin -- anggota FSB -- adalah dua orang yang memerintahkan peretasan tersebut, dan juga mengontrak Baratov.


Baratov didakwa dengan tuduhan konspirasi dan melanggar Computer Fraud and Abuse Act, dan delapan pasal lain soal pencurian identitas. Ia didakwa meretas akun webmail milik orang-orang yang dicari oleh FSB.

Selain meretas, Baratov juga memberikan password akun-akun tersebut ke Dokuchaev dengan bayaran sejumlah uang. Dokuchaev juga diduga menggunakan jasa Baratov saat mereka membutuhkan akses ke akun Google dan Yandex milik orang tertentu, demikian dikutip detikINET dari Tech Crunch, Rabu (29/11/2017).

Dalam pengakuannya, Baratov mengaku memasang iklan untuk layanannya di situs berbahasa Rusia. Dalam aksinya ia mendapat akses akun korbannya menggunakan metode spearphishing, alias mengirimkan email palsu yang dibuat seolah-olah dikirimkan oleh penyedia layanan email.

(asj/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed