Jumat, 06 Okt 2017 15:48 WIB

Pejabat Gedung Putih Jadi Korban Hacker

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Gettyimages Foto: Gettyimages
Jakarta - Pihak Gedung Putih secara resmi mengumumkan ponsel pribadi milik John Kelly selaku Kepala Staf Gedung Putih telah diretas. Menurut tiga pejabat pemerintahan Amerika Serikat (AS), aksi tersebut terjadi sejak Desember tahun lalu.

Mereka menduga, pelakunya bisa berasal dari pemerintah negara lain. Namun tidak menutup kemungkinan, dalang dari aksi ini hanya hacker biasa.

Apapun dugaannya, yang jelas penemuan ini lantas meningkatkan kekhawatiran bahwa pelaku telah memiliki akses terhadap ponsel John semenjak dia masih menjabat sebagai Sekretaris Departemen Pertahanan pada Januari lalu.

Teknisi dari Gedung Putih sendiri mengatakan, tanda-tanda peretasan mulai terlihat setelah John mengadu kepada mereka bahwa ponselnya tidak dapat bekerja sebagaimana, dan tidak bisa melakukan upgrade software terbaru. John mengaku hal tersebut sudah terjadi berbulan-bulan.

Juru bicara Gedung Putih mengatakan, John sudah tidak menggunakan ponsel pribadinya tersebut semenjak menjabat sebagai Sekretaris Departemen Pertahanan dan mengandalkan ponsel dinas untuk keperluan komunikasi. Dia menambahkan, John sudah tidak memiliki ponsel tersebut, namun menolak untuk mengatakan dimana letaknya.

Beberapa pejabat pemerintahan mengatakan, masih tidak jelas kapan dan dimana ponsel John Kelly pertama kali diretas. Kejelasan mengenai data apa saja yang diakses pun juga masih belum dapat dipastikan. Mengenai hal tersebut, perjalanan wisata yang dilakukan John sebelum menjabat sebagai Sekretaris Departemen Pertahanan tengah dievaluasi.

Selain itu, beberapa staff IT juga tengah mengivestigasi ponselnya dalam beberapa hari terakhir, untuk memastikan apa yang terjadi. Hasilnya, banyak fungsi dari ponsel tersebut sudah tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Terkait hal tersebut, departemen IT pun menyimpulkan ponsel tersebut sudah diretas dan tidak perlu digunakan untuk ke depannya.

Hal ini pun memicu perhatian terhadap seluruh staf Gedung Putih terkait informasi apa saja yang bisa dicuri dan dipublikasikan. Bahkan, terdapat loker tambahan di area West Wing Gedung Putih untuk ponsel pribadi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penggunaannya di dalam gedung tersebut.

Kejadian ini pun menjalar di seluruh kalangan internal Gedung Putih. Satu hal yang turut menjadi sorotan adalah penggunaan email pribadi, mengingat menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner dan putrinya Ivanka Trump serta para penasihat Presiden, pernah beberapa kali menggunakan email personal untuk kepentingan pemerintahan.

Bill Marczak, dari University of Toronto, mengatakan bahwa skenario terburuk dari insiden ini adalah akses penuh yang didapat pelaku untuk mengontrol ponsel tersebut, termasuk kamera dan perekam suara.

"Yang paling saya khawatirkan adalah para pelaku bisa saja menjual informasi yang ia dapat dari hasil memata-matai ke pihak luar. Untuk itu, perlu dilakukan pembedahan terhadap ponsel tersebut," tegasnya seperti dikutip detikINET dari Politico. (rns/rns)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed