Jumat, 06 Okt 2017 12:45 WIB

WhatsApp dan Pokemon Go Sering Diblokir Perusahaan, Kenapa?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: AFP Foto: AFP
Jakarta - WhatsApp dan Pokemon Go menjadi aplikasi yang paling 'dimusuhi' di kalangan perusahaan. Firma mobile security Appthority, membeberkan aplikasi-aplikasi yang sering diblokir dalam laporan Enterprise Mobile Security Pulse terbaru melalui penilaian bernama 'mobile risk scores'.

Appthority mengungkapkan, banyak perusahaan cenderung memblokir aplikasi yang dapat memunculkan lokasi melalui GPS dan informasi mengenai daftar kontak. Dalam laporan tersebut, WhatsApp terlalu memperlihatkan detil mengenai database alamat yang dimiliki perusahaan sehingga sering diblokir.

Setelah WhatsApp, laporan yang mencakup perangkat milik perusahaan dan pribadi ini menulis nama Pokemon Go dalam daftar hitam tersebut. Bisa jadi, aplikasi ini diblokir karena para atasan sudah lelah mendengar obrolan karyawannya dalam menangkap Pokemon ketika jeda makan siang.

WhatsApp dan Pokemon Go Paling Sering Diblokir Perusahaan  Foto: ZDnet


Namun alasan utamanya, seperti diungkapkan Appthority, pemblokiran dilakukan karena Pokemon Go dapat mengakses daftar alamat, kamera, dan lokasi pengguna.

Selain WhatsApp dan Pokemon Go, nama lain seperti WinZip, Plex, WeChat, dan Facebook Messenger juga ikut termasuk dalam daftar yang dihindari oleh perangkat iOS selama kuartal ketiga tahun ini.

Lain halnya dengan perangkat Android, aplikasi yang masuk daftar hitam justru dikarenakan mereka mengandung malware. 'Poot-debut[W100].apk' menduduki peringkat teratas dalam daftar milik Appthority, yang diikuti oleh AndroidSystemTheme, Where's My Droid Pro, Wild Crocodile Simulator, dan Chicken Puzzle.

WhatsApp dan Pokemon Go Paling Sering Diblokir Perusahaan  Foto: ZDnet


"Mayoritas aplikasi berbasis Android dihindari karena terdeteksi malware didalamnya. Sedangkan di iOS, akses data dan kemampuan untuk melacak lokasi menjadi perhatian terbesar bagi penggunanya," ujar juru bicara Appthority, sebagaimana dikutip detikINET dari The Inquirer, Jumat (6/10/2017).

Appthority juga mengatakan, penilaian dalam 'mobile risk scores' didasari oleh tingkat kerawanan dan risiko dalam membocorkan data. Aplikasi seperti Uber, WhatsApp, dan Facebook Messenger menjadi yang paling beresiko dalam perangkat berbasis Android terkait kepentingan perusahaan. Sedangkan untuk iOS, Facebook, Pandora, dan Yelp cenderung menyebabkan pembobolan keamanan sistem.

"Sistem keamanan milik perusahaan harus memahami aplikasi apa saja yang sering digunakan, resiko yang mereka bawa, dan bagaimana penggunaan mereka memicu ancaman, agar data perusahaan menjadi lebih aman," ujar Domingo Guerra, Presiden Appthority.

Ia juga menambahkan, dengan maraknya BYOD (Bring Your Own Device) dan COPE (Create Once, Publish Everywhere), banyak aplikasi-aplikasi yang umum digunakan mencari cara untuk masuk ke dalam sistem dan menimbulkan risiko untuk mengakses data perusahaan.

Selain mencakup daftar hitam, laporan tersebut juga mengungkapkan aplikasi yang jamak didownload. Dalam perangkat iOS, WhatsApp, Facebook Messenger, dan Uber menempati peringkat teratas. Sedangkan dalam gadget berbasis Android ditempati oleh Uber, Facebook, dan yang cukup mengherankan, Yellow Pages.

Pada Juli lalu, Trend Micro, perusahaan keamanan software asal Jepang, dan VMware, anak perusahaan Dell yang menyediakan layanan cloud computing, bekerja sama untuk melawan isu mobile security dalam perusahaan.Mereka berencana untuk membuat solusi baru yang akan menghapus secara otomatis segala bentuk ancaman dalam jaringan perusahaan. (rns/rns)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed