Rabu, 04 Okt 2017 10:55 WIB

Edan, 3 Miliar Akun Yahoo Diretas!

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Kator Yahoo. Foto: Reuters/Denis Balibouse Kator Yahoo. Foto: Reuters/Denis Balibouse
Jakarta - Yahoo membuat pengakuan mengejutkan. Yaitu seluruh 3 miliar akun yang dikelolanya telah diserang oleh para hacker pada insiden di tahun 2013, menjadikannya aksi pencurian data terbesar sepanjang sejarah.

Padahal sebelumnya pada 2016 lalu, mereka mengklaim hanya sekitar 1 miliar pengguna yang akunnya diretas, yang juga diakui sebagai serangan siber terbesar pada saat itu, seperti dilansir detikINET dari CNET pada Rabu (4/10/2017).

Seluruh user yang memiliki email Yahoo, serta pemilik akun terhadap layanan-layanan Yahoo yang lain seperti Flickr dan fantasy sport pun terkena imbasnya. Yahoo mengatakan informasi yang tercuri meliputi nama, alamat surel, nomor ponsel, tanggal ulang tahun, hingga password. Dalam beberapa kasus, pertanyaan keamanan, serta jawabannya, juga ikut tercuri.

"Penyelidikan menunjukan bahwa informasi yang dicuri tidak termasuk data pembayaran maupun informasi mengenai akun bank. Seluruh informasi tersebut tersimpan dalam sistem yang kami percayai tidak terkena dampaknya," tutur perwakilan dari Yahoo.

Perusahaan yang telah diakuisisi oleh Verizon senilai USD 4,5 miliar ini mengatakan bahwa penemuan tersebut diketahui ketika tengah mengintegrasikan Yahoo dengan AOL, salah satu anak perusahaan Verizon. Hal ini pun juga berdampak pada Verizon sendiri.

"Verizon berkomitmen setinggi-tingginya terhadap akuntabilitas dan transparansi. Kami pun secara proaktif bekerja untuk memastikan keamanan terhadap seluruh user dan jaringan terhadap ancaman dunia siber. Investasi kami pada Yahoo memberikan mereka kesempatan untuk melanjutkan proses signifikan dalam meningkatkan keamanan," ujar Chief Information Security Officer Verizon, Chandra McMahon.

Sebagai bentuk penanggulangan terhadap aksi pembobolan tersebut, Yahoo memberikan arahan bagi para user untuk mengamankan akun mereka. Pertama, ubah password dan pertanyaan keamanan beserta jawabannya. Kedua, perhatikan apakah akun kalian melakukan kegiatan yang mencurigakan.

Lalu, yang ketiga, waspada terhadap pihak-pihak ataupun link yang berusaha menanyakan informasi pribadi. Terakhir, hindari mengklik atau mengunduh dari surel yang meragukan asal-usulnya.

(fyk/fyk)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed