Minggu, 24 Sep 2017 16:20 WIB

Hacker Rusia Dituding Usik Pilpres AS 2016

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Gettyimages Foto: Gettyimages
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat seringkali menuding Rusia terkait urusan serangan cyber, dan kali ini mereka kembali menuduh hacker Rusia telah mengusik Pilpres AS 2016 lalu.

Departement of Homeland Security (DHS) menyebut ada 21 negara bagian AS atau setengah dari total negara bagian AS yang sistem pilpresnya menjadi target para hacker tersebut. Meski mereka mengklaim kalau hanya sedikit serangan hacker tersebut yang bisa menembus jaringan mereka.

Menurut DHS, serangan cyber ini dilakukan oleh dedemit maya yang terkait dengan pemerintah Rusia, demikian dikutip detikINET dari Tech Crunch, Minggu (23/9/2017).

Di sejumlah negara bagian, para hacker terlibat dalam aktivitas awal seperti pemindaian, sementara di negara bagian lain mereka sudah mencoba menembus sistemnya namun gagal. Sampai saat ini hanya satu negara bagian yang bisa ditembus oleh si hacker, yaitu Illinois.

21 negara bagian yang diduga jadi korban serangan hacker tersebut adalah Alabama, Alaska, Arizona, California, Colorado, Connecticut, Delaware, Florida, Illinois, Iowa, Maryland, Minnesota, North Dakota, Ohio, Oklahoma, Oregon, Pennsylvania, Texas, Virginia, Wisconsin dan Washington.

Sejumlah negara bagian itu disebut mempunyai peran yang sangat tinggi dalam hasil pilpres 2016 lalu. Pasalnya negara bagian tersebut tergolong sebagai 'swing states' di AS, yaitu Florida, Ohio, Pennsylvania, Virginia dan Wisconsin. (asj/asj)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed