Rabu, 13 Sep 2017 13:46 WIB

Waspada! Ada Program Jahat Menyebar Lewat Bluetooth

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
llustrasi. Foto: GettyImages llustrasi. Foto: GettyImages
Jakarta - Semenjak menggeser eksistensi infrared, penggunaan bluetooth di berbagai gadget terus meluas, mulai dari sarana untuk berbagi file maupun menghubungkan perangkat. Tak disangka, bluetooth ternyata memiliki bahaya tersendiri dalam penggunaannya.

Temuan terbaru salah satu perusahaan keamanan internet of things (IoT) menyatakan terdapat lebih dari 5,3 miliar perangkat dengan sinyal bluetooth berisiko besar terjangkit serangan program jahat atau malware. Sekadar informasi, total perangkat yang menggunakan Bluetooth di seluruh dunia berjumlah 8,2 miliar.

Peneliti dari Armis Labs mengatakan, kemudahan menggunakan bluetooth untuk menyambungkan antar perangkat menimbulkan celah besar, yang memberikan peluang bagi hacker menyerang. Mereka menambahkan, metode bernama BlueBorne ini sangat berbahaya karena dapat menyerang tanpa disadari pemilik gadget.

"Dalam banyak kasus, malware dapat menyerang saat kita mengunjungi website tertentu atau mengunduh sesuatu yang meragukan. Lewat BlueBorne, para hacker hanya membutuhkan para pemilik gadget untuk menyalakan Bluetooth," ujar Nadir Izrael, Chief Technology Officer Armis Labs, seperti dikutip detikINET dari CNET pada Rabu (13/09/2017).

Ia menambahkan, ketika sebuah perangkat telah terjangkit, BlueBorne dapat langsung menyebar ke gadget-gadget terdekat yang menyalakan fungsi bluetooth. Ben Seri, Lab's Head of Research Armis Labs, khawatir potensi bahaya yang dapat ditimbulkan BlueBorne. Ia mengatakan, fenomena WannaCry dapat terulang lewat BlueBorne.

Terkait hal tersebut, Apple, Microsoft, dan Google ramai-ramai menyatakan sistem mereka aman dari BlueBorne. Apple menjamin OS (operating system) iOS 10 ke atas kebal terhadap serangan BlueBorne, namun Armis Labs berpendapat iOS versi 9.3.5 ke bawah masih sangat rentan terjangkit virus tersebut.

Kemudian, Microsoft telah merilis patch yang mampu memberikan proteksi bagi siapapun yang memasangkannya ke dalam perangkat mereka. Sedangkan Google mengatakan bahwa perangkat Pixel dan Android telah mendapat patch khusus sebagai perlindungan.

Bagi yang belum menerima patch tersebut, pihak Armis Labs menyarankan untuk tidak menyalakan fungsi Bluetooth di berbagai gadget yang dimiliki. (fyk/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed