Jumat, 04 Agu 2017 15:45 WIB

Ini Alasan FBI Ciduk Hacker Penakluk WannaCry

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi. Foto: Gettyimages Ilustrasi. Foto: Gettyimages
Las Vegas - Biro intelijen Amerika Serikat, FBI, telah membekuk hacker asal Inggris yang menjinakkan WannaCry, Marcus Hutchins. Bagaimana kronologinya sehingga FBI menjebloskan Marcus ke balik jeruji besi?

"Kriminalitas siber telah merugikan perekonomian kita miliaran dolar per tahun. FBI akan terus bekerja sama dengan mitra kami, baik domestik maupun internasional, untuk membawa pelaku ke pengadilan," demikian pernyataan agen khusus FBI, Justin Tolomeo yang terlibat dalam penangkapan Marcus.

Marcus ditangkap di Las Vegas bersama seorang tersangka lain yang tak disebut identitasnya. Tersangka lain ini diketahui mengiklankan malware berbahaya di Alphabay, sebuah marketplace di darkweb yang sukar diakses oleh pengguna internet biasa.

Website yang dibekali penyandian itu beroperasi seperti eBay, tapi barang dagangannya ilegal seperti narkoba dan malware yang mencuri data keuangan. Mata uang yang berlaku di sana digital seperti Bitcoin.

Setelah penyelidikan, FBI mematikan website tersebut dan mengangkut servernya yang berada di AS dan Eropa. Direktur FBI Andrew McCabe mengatakan AlphaBay terhitung website sangat besar.

Dari situlah dilakukan penangkapan para tersangka. Pendiri AlphaBay, Alexandre Cazes ditahan di Thailand atas permintaan AS dan ia meninggal di penjara.

Nah, malware Kronos yang diduga ikut didalangi oleh Marcus dijual di Alphabay itu. Malware ini termasuk mahal dan canggih. "Cukup bagus dalam menghindari deteksi produk antivirus," ucap pakar keamanan Ryan Kalember dari Proofpoint.

Salah Tangkap?

Tapi bisa jadi FBI salah tangkap orang. Menurut Ryan, ada beberapa periset keamanan yang meneliti malware itu dan bisa saja malah dianggap sebagai salah satu pelaku.

"Mungkin saja FBI salah mengira aktivitas riset yang benar dianggap sebagai orang yang mengendalikan aktivitas Kronos. Banyak periset login ke tool-nya untuk meneliti atau sekadar bermain," sebut Ryan.

Marcus sendiri dikenal suka meneliti malware. Keisengannya meneliti WannaCry pun akhirnya membuatnya menemukan cara untuk menjinakkannya. Tapi sekali lagi, belum diketahui dia bersalah atau tidak. Masih harus menunggu proses pengadilan. (fyk/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed