Selasa, 18 Jul 2017 17:25 WIB

Awas, Serangan Ransomware di Ponsel Android Meroket

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi. Foto: Ari Saputra Ilustrasi. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Ransomware telah menyita perhatian karena menyerang negara berkembang seperti Indonesia. Beberapa waktu lalu ransomware ini hanya menyerang PC, padahal yang jenis mobile juga tak kalah bahayanya.

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Kaspersky Lab, aktivitas mobile ransomware melejit pada kuartal pertama 2017, di mana terdapat 218.625 paket instalasi mobile Trojan-Ransomware. Jumlah itu 3,5 kali lebih banyak dari kuartal sebelumnya.

Serangan mobile ransomware ini terjadi di negara-negara makmur, faktornya tidak hanya memiliki penduduk dengan pendapatan tinggi, tapi juga infrastruktur mobile dan e-payment yang lebih maju dan banyak digunakan.

Dalam kurun waktu April 2014-Maret 2016, Jerman adalah negara yang persentase serangan mobile ransomware tertinggi mencapai 23%. Setelah itu diikuti Kanada hampir 20%, Inggris dan Amerika Serikat lebih 15%.

"Indonesia tidak ada di 10 besar tapi itu tren yang terjadi di seluruh dunia, tren serangan mobile ransomware. Serangan umumya seperti memblok aplikasi ataupun sistem operasi," ujar Dony Koesmandarin, Manajer Kaspersky Lab Teritorry Channel Indonesia, di Jakarta, Selasa, (18/7/2017).

Apabila menyerang aplikasi, maka aplikasi tersebut tidak bisa dibuka. Sedangkan kalau yang diserang itu adalah sistem operasinya, makan smartphone yang tidak bisa dibuka. "Sampai saat ini untuk membuka enkripsi mobile ransomware belum ditemukan," kata Dony.

Mobile ransomware ini kebanyakan menyerang ponsel pintar berbasis Android karena jenis tersebut paling populer ketimbang smartphone jenis iOS. "iOS lebih aman dari Android tapi belum tentu aman 100%," sebutnya.

"Serangan mobile ransomware ini banyak terdapat di Play Store karena di sana semua bisa upload apapun gak terbatas, sementara di App Store terbatas dan juga gak banyak developer-nya. Di Play Store kebanyakan aplikasinya gratis, di App Store kebanyakannya berbayar," tutur dia.

Melihat tren tersebut, perusahaan keamanan siber ini menghimbau kepada pengguna smartphone, khususnya Android, tidak asal-asalan mengunduh aplikasi di toko aplikasi. Sebab, bila sudah terinfeksi, data-data penting di ponsel akan terenkripai dan penjahat siber akan meminta tebusan.

"Jangan asal coba aplikasi, kalau tidak dikenal. Serangan mobile ransomware ini paling efektif di Play Store karena berbagai alasan tadi," sebutnya. (fyk/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed