Rabu, 28 Jun 2017 17:52 WIB

Menkominfo Pantau Serangan Mirip WannaCry

Agus Tri Haryanto - detikInet
Menkominfo Rudiantara (Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati) Menkominfo Rudiantara (Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati)
Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara berkomentar terkait serangan Petya, ransomware lebih ganas dari WannaCry yang sedang mengacaukan sistem keamanan cyber di berbagai negara.

"Cara kerja dan pencegahan antara WannaCry dengan Petya mirip. Perbedaannya, WannaCry mengenkripsi file, sedangkan Peyta mengenkripsi harddisk," ujar Rudiantara, dihubungi detikINET, Rabu (28/6/2017).

Namun naasnya, dikatakan Rudiantara, sistem yang terserang Petya lebih berbahaya dari WannaCry yang sempat menghebohkan beberapa bulan lalu. Saat ini pemerintah terus memantau kejadian serangan Petya. Selain itu, pemerintah telah memberikan seruan kepada pihak terkait agar mengantisipasinya.

"Pemerintah terus memantau kejadian ini serta sudah memberikan notifikasi kepada para stakeholders seperti para penyelenggara ISP, NAP maupun Kementrian/Lembaga yang bekerjasama dengan id-SIRTI," sebutnya.

Sebelumnya, analis keamanan cyber dari Vaksincom Alfons Tanujaya membeberkan, WannaCry yang hanya mengandalkan eksploitasi celah keamanan Eternal Blue berhasil menyebarkan dirinya dengan masif.

Sementara Petya, selain mengeksploitasi celah keamanan yang sama juga mengeksploitasi WMIC dan PSExec sehingga seluruh komputer dengan sistem operasi Windows yang terupdate sekalipun akan bisa diinfeksi oleh ransomware ini.

Masih menurut Alfons, sistem komputer yang diinfeksi oleh serangan ini tidak hanya akan dienkripsi, tetapi seluruh sistemnya akan dilumpuhkan alias tidak bisa dinyalakan atau booting.

"Akibatnya jika komputer yang terinfeksi melayani fungsi penting seperti mengontrol mesin atau layanan tertentu akan mengakibatkan terhentinya layanan tersebut karena komputer korup. Hal ini banyak terjadi pada mesin produksi dan mesin-mesin ATM yang terinfeksi oleh Petya," ujar Alfons.

Dia memberikan contoh, jaringan infrastruktur Ukraina termasuk pengontrol radiasi Chernobyl, mesin ATM, Maersk, Kiev Metro, WPP (Perusahaan Periklanan Inggris) dan airport sudah menjadi korban Petya. (rns/rns)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed