Kamis, 18 Mei 2017 08:05 WIB

Gawat! Korban WannaCry Bisa Kena Gangguan Jiwa

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: @ilhamnegara Foto: @ilhamnegara
Jakarta - Virus ransomware WannaCry yang disebar para teroris siber cukup bikin kelimpungan dan 'mau nangis'. Apalagi, sempat memakan korban salah satu Rumah Sakit di Jakarta.

Saksikan video 20detik tentang virus WannaCry sebabkan gangguan jiwa di sini:


Tak hanya itu, dilaporkan ada ribuan alamat internet protokol (IP) yang ikut terinfeksi. Meski pun katanya kondisi di Indonesia saat ini sudah aman, tapi bukan tak mungkin kondisi ini membuat sang korban terkena dampak psikologis.

Bahkan, sampai adanya imbauan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) lewat SMS broadcast untuk waspada saat menyalakan komputer maupun terhubung ke internet, konon itu bisa membuat masyarakat khawatir dan bertanya-tanya. 'Ada apa gerangan?'

Lebih lanjut, kondisi ini dalam pandangan Psikolog Seto Mulyadi, bisa memberikan dampak yang cukup serius. Mulai dari kepanikan masyarakat, bahkan katanya, bisa-bisa sampai menimbulkan gangguan jiwa bagi yang menjadi korban. Apa benar?

"Memang, apapun yang menimbulkan ancaman, tekanan, bisa menciptakan gangguan kejiwaan terhadap individu. Gejala ini sama seperti muncul wabah penyakit menular, orang-orang bisa panik," demikian analisa Kak Seto, panggilan akrabnya, Kamis (18/5/2017).

Gawat! Korban WannaCry Bisa Kena Gangguan JiwaFoto: Grandyos Zafna


Dosen Psikologi di Universitas Gunadarma itu pun menambahkan, dengan kondisi data pengguna komputer yang tersandera, apalagi data-datanya mungkin sangat penting dan penggunanya tak mampu membayar tebusan, bisa saja gangguan kondisi kejiwaan itu terjadi.

"Jangankan warga biasa, psikolog pun bisa terkena gangguan jiwa jika dalam kondisi tertekan. Itu sebabnya, perlu peran pemerintah untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya dan memberikan rasa aman terhadap ancaman ini," paparnya lebih lanjut.

Seperti diketahui, cara kerja virus WannaCry tersebut adalah mengunci sistem sehingga file tidak dapat diakses penggunanya. Untuk membuka kunci tersebut, si penyebar virus meminta tebusan. Saat ini jenis virus yang meneror adalah WannaCryptor 2.0 Ransomware.

Di Indonesia, kasus ini terus mencuri perhatian khalayak dan para pejabat negara. Mulai dari Kominfo hingga Kepolisian lewat divisi Cyber Crime, terus memantau perkembangan kasus ini.

"Semua yang berhubungan dengan masalah keamanan, apalagi sampai berujung kepada kasus pemerasan, pemerintah seperti Kominfo dan Kepolisian harus turun tangan. Harus ada langkah perlindungan terhadap konsumen," pungkas Kak Seto. (rou/afr)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed