Selasa, 16 Mei 2017 07:14 WIB

Alasan Hacker Mulai Incar Sektor Publik Ketimbang Bank

Yudhianto - detikInet
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Tingginya peredaran uang bikin Bank yang dulunya kerap jadi incaran serangan siber. Tapi itu dulu, sekarang targetnya pun disebut bergeser ke sektor publik.

Pasalnya seperti disampaikan Widianto, Managing Director PT Bintang Anugerah Kencana (BAK) selaku distributor tunggal produk antivirus F-Secure di Indonesia, semakin ke sini sistem keamanan Bank disebut semakin ketat.

Demi keamanan sistem yang digunakan, banyak Bank yang kini menggunakan keamanan berlapis. Sehingga bukan perkara mudah bagi peretas untuk menembusnya.

"Bank pasti multi layer keamanannya. Sehingga sulit ditembus. Jadi kalau satu layer tembus, masih ada beberapa layer lain yang akan melindunginya. Oleh karenanya kini mereka mulai beralih ke sektor publik," jelasnya, di Coffe Club, Senayan, Jakarta.

Saksikan video 20detik tentang Ransomware WannaCry di sini:




Mulai diincarnya sektor publik terbukti pada Sabtu (15/5/2017) kemarin. Tercatat ada puluhan komputer di 99 negara di dunia yang terinfeksi ransomware bernama WannaCrypt. Dan rata-rata komputer yang terinfeksi adalah sektor publik, seperti rumah sakit dan ada juga bandara.

Di Inggris dilaporkan belasan layanan kesehatan dipastikan terinfeksi ransomware WannaCrypt. Yang mana tiap-tiap komputer yang terinfeksi data-datanya dikunci dengan cara enkripsi. Bila ingin data-data tersebut dibebaskan maka ada tebusan yang harus dibayar.

Indonesia pun termasuk negara yang terkena dampak penyebaran WannaCrypt. Dua rumah sakit di wilayah Jakarta disebut kena serangan ransomware ini, dan bikin pelayanannya tersendat.

(yud/yud)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed