Senin, 14 Nov 2016 10:35 WIB

Kaspersky Tuding Microsoft Curangi Vendor Anti Virus

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: ilustrasi Foto: ilustrasi
Jakarta - Perusahaan anti virus asal Rusia, Kaspersky, menuding Microsoft menyalahgunakan kekuasaannya di Windows. Kaspersky menilai Microsoft sengaja menyingkirkan anti virus lain dan mempromosikan produk keamanan mereka sendiri, Windows Defender.

"Kami pikir Microsoft telah menggunakan dominasinya di pasar sistem operasi untuk membuat keuntungan kompetitif dari produknya sendiri," sebut pendiri dan CEO Kaspersky, Eugene Kaspersky yang dikutip detikINET dari Digital Trends.

Salah satu komplain adalah ketika user melakukan upgrade ke Windows 10, Microsoft secara otomatis melakukan deaktivasi software sekuriti yang dianggap tak kompatibel, lalu menginstal Defender. Masalahnya, pengembang software hanya diberi waktu seminggu untuk membuat software mereka kompatibel dengan Windows 10.

Bahkan menurut Kaspersky, meski anti virus yang lain kompatibel, Microsoft masih menyarankan agar user beralih ke Windows Defender saja. Kemudian jika lisensi anti virus itu sudah habis, Windows 10 otomatis beralih ke Windows Defender.
Kaspersky Tuding Microsoft Lakukan Trik Kotor Foto: ilustrasi

Hal itulah yang membuat Kaspersky berang dan melaporkan Microsoft kepada lembaga anti kompetisi di Uni Eropa dan Rusia. Kaspersky ingin otoritas memaksa Microsoft agar memudahkan developer untuk menjaga kompabilitas dengan Windows.

Microsoft sendiri ketika dimintai komentar tidak berbicara banyak dan menyatakan belum ada penyelidikan apapun dari otoritas. Mereka hanya coba menggarisbawahi kalau selama ini telah bekerja sama baik dengan Kaspersky. (fyk/fyk)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed