Dalam laporan terbarunya, Kaspersky menyebut dari April 2015 hingga Maret 2016 ada lebih dari 2,3 juta pengguna PC di seluruh dunia yang terkena serangan ransomware, atau meningkat 17,7% dibanding tahun sebelumnya.
Menurut perusahaan penyedia antivirus dari Rusia itu, lima negara yang paling banyak terkena serangan tersebut adalah India, Rusia, Kazakhstan, Italia dan Jerman, demikian dikutip detikINET dari Forbes, Kamis (7/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Serangan model ini akan tetap ada. Ransomware mobile terus berkembang sebagai lanjutan dari ransomware PC, dan kemungkinan besar akan dilanjutkan dengan malware yang menyerang perangkat berbeda dari PC ataupun smartphone," ujar Roman Unuchek, ahli keamanan mobile di Kaspersky lab.
Unuchek lebih lanjut juga menyebut kalau semua perangkat yang terhubung ke internet saat ini beresiko terkena serangan malware. (asj/asj)