Dijelaskan Tirta Segara, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, pihaknya tidak terkena serangan cyber secara masif.
Namun yang terjadi adalah komunikasi digital ke arah Bank Indonesia banyak yang 'terkena dan membawa virus', dan itu dialami oleh semua entitas publik seperti BI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Serangan 247 virus itu biasa kok, ada ribuan email masuk ke BI setiap hari ke 6.000 karyawan kami, dari ribuan email itu 247 mengandung virus lah biasa kan?" pungkasnya.
Sebelumnya, Reuters melaporkan serangan ke BI diduga berhubungan dengan ancaman dari kelompok hacker Anonymous yang bulan lalu menyatakan akan menyerang berbagai bank di seluruh dunia.
Sebagai antisipasi serangan tersebut, Bank Indonesia telah memblokir akses dari 149 negara yang terindikasi jarang mengakses website mereka, termasuk negara-negara kecil di Afrika.
Bank sentral di seluruh dunia memang dalam kewaspadaan tinggi setelah Februari lalu, terjadi serangan ke bank sentral Bangladesh. Dalam serangan tersebut, hacker yang sampai saat ini masih buron berhasil mencuri uang senilai USD 81 juta. (ash/rns)