Kamis, 24 Mar 2016 16:30 WIB

Awas! Pencuri Data Instagram Bangkit Lagi

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: detikINET/Irna Prihandini Foto: detikINET/Irna Prihandini
Jakarta - InstaAgent yang sempat muncul di App Store dan Google Play Store sudah dihilangkan. Namun aplikasi jahat ini bangkit lagi dengan nama baru.  

Untuk kedua kalinya sejak November, Apple kecolongan aplikasi jahat di App Store. Aplikasi 'pengganti' InstaAgent ini pada dasarnya sama, mencuri data penting pengguna Instagram. Google pun mengalami hal yang sama. Aplikasi sejenis muncul di Play Store.

Di iOS, aplikasi tersebut bernama 'InstaCare - Who cares with me?'. Sementara di Android, namanya 'Who Viewed Me on Instagram'. Keduanya punya ribuan pengguna saat ini.

Adalah David Layer-Reiss dari firma mobile development Peppersoft asal Jerman yang menemukan aplikasi berbahaya ini. Layer-Reiss mengatakan, ketika pengguna menginstal aplikasi tersebut, mereka seolah secara langsung memberikan username dan password Instagram mereka.

Data penting itu kemudian akan dienkripsi dan dikirimkan ke server hacker. Setelah itu, mereka menggunakan akun-akun yang datanya dicuri untuk memposting gambar spam.

Seperti detikINET kutip Tech Times, Kamis (24/3/2016), Layer-Reiss juga menemukan bahwa kedua aplikasi tersebut dibuat oleh developer yang sama dengan aplikasi yang sudah dihapus App Store dan Play Store sebelumnya, bernama Turker Bayram.

"Saya sangat heran, Apple dan Google tidak mencermati aplikasi-aplikasi baru yang masuk. Satu hal yang harus diperhatikan, developer yang sudah pernah ketahuan mempublikasikan aplikasi jahat, seharusnya mendapat pengawasan ketat," kritik Layer-Reiss melalui blognya.

Kaspersky Lab juga mempublikasikan postingan blog yang mengonfirmasikan klaim Layer-Reiss mengenai aplikasi ini. Dikatakan Kaspersky, mereka juga melakukan investigasi sendiri.

"Sangat menarik mengetahui bahwa aplikasi ini bisa lolos verifikasi keamanan Apple dan dipublikasikan. Apalagi mengingat kontrol Apple kini lebih ketat dan developer tersebut sudah punya rekam jejak membuat aplikasi jahat sebelumnya," kata Kaspersky merujuk versi iOS aplikasi yang dimaksud.

Kaspersky juga mewanti-wanti pengguna agar mewaspadai aplikasi yang terlalu mengiming-imingi, seperti menjanjikan pengguna bisa mengetahui orang-orang yang melihat profilnya. Apalagi mengingat Instagram sendiri tidak punya fitur semacam itu. (rns/rou)