Para pengguna smartphone sebenarnya sadar, apapun data atau informasi yang terhubung secara online, akan rentan diretas oleh hacker ataupun terinfeksi virus malware. Namun ada yang cuek saja dan rela mengambil risiko.
Dari 40 ribu responden pengguna smartphone yang disurvei Ericsson Consumer Lab di 24 negara, percaya bahwa hacking dan virus akan terus menjadi sebuah masalah dalam aktivitas mereka saat terhubung ke internet.
"Jadi antara benefit dan risiko, asal lebih besaran benefit mereka rela ambil risiko. Mereka sadar, everything connected has vulnerable for being hacked," kata Vice President Marketing & Communication Ericsson Indonesia Hardyana Syintawati di Marche, Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (19/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini faktor kesadaran saja, jangan serta-merta menyerahkan semua data ke website yang tidak bisa dipercaya, hacking akan terus ada. Malah ada yang tambah percaya kalau ada perusahaan yang bisa solved the issues after being hacked," demikian pungkas Hardyana dari hasil riset Ericsson.
(rou/fyk)