Dan hal ini memaksa Apple untuk bersih-bersih App Store-nya itu pada hari Minggu kemarin, yang bertujuan untuk menghapus malware yang diidentifikasi sebagai serangan pertama terbesar di App Store Apple tersebut.
Sebelumnya memang sejumlah perusahaan peneliti keamanan cyber sudah melaporkan adanya sebuah malware bernama XcodeGhost yang bersembunyi di dalam ratusan aplikasi resmi yang ada di App Store.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk XcodeGhost, Apple menyebut bahwa malware tersebut disusupkan ke dalam aplikasi setelah pembuatnya menipu para developer. Yaitu dengan membuat Xcode -- tool untuk membuat aplikasi iOS dan Mac -- palsu.
"Kami menghapus semua aplikasi di App Store yang dibuat oleh aplikasi (Xcode -red) palsu ini," ujar Christine Monaghan, juru bicara Apple dalam email, dikutip detikINET dari Reuters, Senin (21/9/2015).
Lebih lanjut, Monaghan tak menyebut langkah apa yang harus dilakukan oleh para pengguna iPhone dan iPad yang sudah terlanjur menginstal aplikasi yang terinfeksi malware tersebut. Ia hanya menyebut bahwa pihak Apple akan memastikan bahwa developer menggunakan Xcode yang benar untuk membuat aplikasi.
(asj/asj)