Tapi sebenarnya Malware ini tidaklah berdampak buruk dengan data pribadi milik pengguna. Masalahnya, yang namanya Malware biasanya bersarang di file-file penting sistem operasi. Meskipun tidak berdampak apa-apa, antivirus biasanya akan tetap mengkarantina atau bahkan menghapus file yang terinfeksi malware tersebut.
Alhasil, karena file yang dikarantina atau dihapus adalah penting, bukan tak mungkin performa sistem operasi bakal terganggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Parahnya lagi, pengembangan malware tersebut kabarnya merupakan permintaan dari pendiri Kapersky sendiri, yakni Eugene Kaspersky. Alasannya adalah karena βmesinβ antivirus Kaspersky yang menurutnya seringkali ditiru oleh perusahaan lain, sehingga Ia ingin memberi pelajaran.
βItu (malware-red) dibuat untuk menimbulkan masalah, untuk antivirus (perusahaan) lain. Masalahnya, tak cuma bisa merusak (antivirus) pesaing, tapi juga bisa merusak komputer pengguna,β ungkap narasumber yang belum terungkap identitasnya itu.
Kaspersky tentu tak tinggal diam dengan tudingan yang diarahkan kepadanya itu. Perusahaan antivirus asal Rusia ini pun memberikan pernyataan bahwa tak pernah melakukan kampanye rahasia yang bertujuan untuk menjatuhkan para pesaingnya.
βPerusahaan kami tidak pernah melakukan kampanye rahasia untuk mengelabui (antivirus) pesaing sehingga mengenali malware palsu, yang bisa merusak pasar mereka. Tuduhan tersebut tidak etis, tidak jujur dan legalitas mereka setidaknya harus dipertanyakan,β kata Kaspersky kepada Reuters, seperti detikINET kutip.
(yud/asj)