Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Kaspersky Dituduh Bikin Malware untuk Jegal Pesaing

Kaspersky Dituduh Bikin Malware untuk Jegal Pesaing


Yudhianto - detikInet

Eugene Kaspersky (asj/detikINET)
Jakarta - Perusahaan antivirus Kaspersky tengah mendapat goncangan. Mantan pekerjanya menuding Kapersky selama ini telah menjalankan praktek tidak sehat untuk menjegal pesaingnya. Caranya adalah dengan mengembangkan Malware untuk menjatuhkan produk antivirus lainnya.

Tapi sebenarnya Malware ini tidaklah berdampak buruk dengan data pribadi milik pengguna. Masalahnya, yang namanya Malware biasanya bersarang di file-file penting sistem operasi. Meskipun tidak berdampak apa-apa, antivirus biasanya akan tetap mengkarantina atau bahkan menghapus file yang terinfeksi malware tersebut.

Alhasil, karena file yang dikarantina atau dihapus adalah penting, bukan tak mungkin performa sistem operasi bakal terganggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Strategi inilah yang konon dijalankan oleh Kaspersky, setidaknya seperti itu kata mantan pekerjanya. Sayang tak ada informasi soal mantan pekerja yang dimaksud, tapi yang jelas isu ini tengah ramai jadi perbicangan di media luar.

Parahnya lagi, pengembangan malware tersebut kabarnya merupakan permintaan dari pendiri Kapersky sendiri, yakni Eugene Kaspersky. Alasannya adalah karena β€˜mesin’ antivirus Kaspersky yang menurutnya seringkali ditiru oleh perusahaan lain, sehingga Ia ingin memberi pelajaran.

β€œItu (malware-red) dibuat untuk menimbulkan masalah, untuk antivirus (perusahaan) lain. Masalahnya, tak cuma bisa merusak (antivirus) pesaing, tapi juga bisa merusak komputer pengguna,” ungkap narasumber yang belum terungkap identitasnya itu.

Kaspersky tentu tak tinggal diam dengan tudingan yang diarahkan kepadanya itu. Perusahaan antivirus asal Rusia ini pun memberikan pernyataan bahwa tak pernah melakukan kampanye rahasia yang bertujuan untuk menjatuhkan para pesaingnya.

β€œPerusahaan kami tidak pernah melakukan kampanye rahasia untuk mengelabui (antivirus) pesaing sehingga mengenali malware palsu, yang bisa merusak pasar mereka. Tuduhan tersebut tidak etis, tidak jujur dan legalitas mereka setidaknya harus dipertanyakan,” kata Kaspersky kepada Reuters, seperti detikINET kutip.

(yud/asj)





Hide Ads