Tak cuma itu, Impact Team juga mengancam akan menyebarkan semua catatan pengguna situs Ashley Madison. Termasuk profil-profil mereka yang berisikan data paling personal seperti fantasi seksual penggunanya.
Dan mereka tak main-main dengan ancaman ini. Impact Team sudah merilis sejumlah kecil data pengguna dari situs tersebut. Salah satu korbannya adalah seorang pria asal Brockton Massachusetts, Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu akan mereka lakukan jika pengelola Ashley Madison tak mau mematikan layanan pencarian pasangan selingkuh tersebut. Dalam pernyataannya, Impact Team menyebut salah satu alasan mereka melakukan peretasan tersebut adalah karena Ashley Madison meminta bayaran terhadap penggunanya yang ingin menghapus profilnya di situs tersebut.
Avid Life Media (ALM) -- perusahaan pemilik Ashley Madison -- mematok tarif USD 19 untuk sekadar menghapus profilnya secara tuntas di situs tersebut, seperti dilansir detikINET dari Business Insider, Rabu (22/7/2015).
"Ini juga merupakan kebohongan besar. Pengguna hampir selalu membayar menggunakan kartu kredit, dan data mereka tak dihapus seperti yang dijanjikan. termasuk nama asli dan alamat, yang tentu saja informasi paling penting yang ingin dihapus," tulis Impact Team dalam pernyataannya.
Serangan cyber ini terjadi setelah Ashley Madison menyebut tertarik untuk melepas sahamnya senilai USD 200 juta ke publik. Pada tahun 2014, situs ini memperoleh pendapatan senilai USD 115 juta, dan menargetkan pendapatan senilai USD 150 juta untuk tahun 2015.
"Sayang sekali bagi ALM, kamu menjanjikan kerahasiaan yang tak bisa kamu berikan. Kami mempunyai data-data profil yang lengkap dalam database kami, yang akan segera kami rilis jika Ashley Madison tetap online," lanjut mereka.
(asj/ash)