Senin, 06 Jul 2015 09:33 WIB

'Deep Web', Sarang Penyamun di Internet

Ardhi Suryadhi - detikInet
ilustrasi (ist) ilustrasi (ist)
Jakarta -

Riset terbaru Trend Micro yang menyelami kedalaman Deep Web berhasil mengungkapkan mengenai fakta-fakta menarik seputar sisi gelap internet yang tak terungkap.

Menurut Trend Micro, singkatnya Deep Web merupakan bagian dari internet yang tidak terindeks. Deep Web kasat mata bagi pengguna biasa, karena halaman dan elemen di dalamnya tidak mudah dijangkau menggunakan perambah biasa.

Deep Web seringkali diasosiasikan sebagai TOR, Freenet, maupun jaringan-jaringan lain yang mendukung anonimitas. Ketiganya dapat disebut pula sebagai darknet, dan merupakan bagian dari Dark Web -- yakni bagian tertentu dari Deep Web yang membutuhkan tools yang canggih atau perangkat khusus untuk bisa mengaksesnya.

Dari observasi yang berhasil dihimpun oleh periset Trend Micro, obat-obatan terlarang kelas ringan (seperti ganja) menjadi barang terlaris dalam perdagangan di ranah kelam tersebut.

Disusul produk-produk farmasi, seperti Ritalin dan Xanax, obat-obatan terlarang kelas atas, kemudian games bajakan dana akun-akun online.

deep1Narkotika dan obat terlarang menjadi barang darangan terlaris di ranah Deep Web.

Temuan lainnya menyebutkan Deep Web juga dijadikan sebagai sarang untuk layanan pencucian uang dan Bitcoin.

Bitcoin menawarkan tingkat anonimitas sedemikian rupa kepada pengguna, asalkan mereka tidak mengaitkan kode dompet Bitcoin mereka ke identitas mereka yang sesungguhnya. Meskipun demikian, transaksi-transaksi Bitcoin bersifat publik yang artinya bahwa penyelidik pun masih mungkin untuk mengendus mereka.

Beragam layanan yang menawarkan migrasi Bitcoin melalui sebuah jaringan via transaksi mikro mulai menjamur di Deep Web. Dengan mengalokasikan biaya penanganan dengan sejumlah nilai Bitcoin tertentu, pelanggan bisa memperoleh uang dengan jumlah setara, plus bonus lantaran transaksi mereka sulit diendus.

deep2

Layanan Bitcoin laundering yang ditawarkan di ranah Deep Web.

Tantangan Deep Web

Anonimitas di kekelaman Deep Web akan terus menumbuhkan isu dan tantangan tersendiri serta menjadi adu kepentingan antara pihak penegak hukum dengan pengguna internet yang menghendaki bebas dari pantauan dan intervensi pemerintah.

Saat ini, tampaknya tengah terjadi perseteruan sengit antara 'pejuang-pejuang kebebasan' dengan aparat. Para pejuang-pejuang tersebut terus berupaya mencari cara bagaimana supaya dapat menjadi anonimous dan tidak terlacak oleh aparat.

Atas hal-hal tersebut, penyedia keamanan seperti Trend Micro perlu untuk terus mengawasi setiap gerak-gerik di Deep Web seiring semakin signifikannya peran penyedia keamanan seperti Trend Micro tersebut di ranah Internet maupun di dunia nyata.

Berbagai aksi kejahatan 'kontemporer' berhasil memanfaatkan sifat anonimitas yang disuguhkan Deep Web dalam menjajakan komoditas ilegal hasil kejahatan siber maupun layanan kejahatan lainnya.

deep3Penjabaran angka-angka terkait komoditas dan hasil perdagangan kejahatan yang berlangsung di kekelaman Deep Web.

Kendati telah banyak upaya penggerebekan dan penangkapan yang dilakukan aparat terhadap sarang penyamun di dunia maya ini, namun ekonomi Deep Web terus menggelora dengan semakin maraknya pasar yang menjajakan komoditas gelap, seperti akun hasil curian maupun hasil dari aktivitas peretasan, obat-obatan terlarang dan senjata, passport palsu, bahkan kontrak pembunuhan.

(ash/yud)