Tapi tak sebatas bisa menangkis serangan hacker, AS juga ingin drone miliknya punya sistem keamanan yang bahkan bisa melawan balik serangan hacker yang ingin meretas ke dalam sistem. Bila disetujui, rencananya teknologi ini juga bakal disematkan di sistem misil dan pertahanan udara milik AS lainnya.
Namun seperti detikINET kutip dari Engadget, kamis (21/5/2015), proposalnya masih dalam tahap pengerjaan. Kemungkinan baru tahun 2016 nanti tentara AS mulai berburu perusahaan keamanan yang bakal dipercaya untuk mengembangkan sistem anti-hack tersebut.
Meski begitu keputusan AS ini menuai sejumlah keraguan analis. Pasalnya pengembangan sistem keamanan bukanlah hal yang gampang, apalagi hacker biasanya cepat mempelajari sistem keamanan yang ada.
Tapi kabar baiknya adalah ke depannya sebuah drone setidaknya dipastikan bakal punya sistem keamanan sendiri. Dengan begitu pemiliknya tak perlu terlampau khawatir kalau-kalau drone yang dikendalikannya justru menyerang balik.
(Yudhianto/Fino Yurio Kristo)