Heboh karena Roberts mengklaim kalau dia bisa membajak pesawat sembari duduk manis di kursi penumpang. Caranya adalah menghubungkan laptopnya dengan box elektronik IFE. Jika sudah masuk, dia menerobos Thrust Management Computer yang mengendalikan mesin
Roberts mengaku bisa menulis ulang kode di Thrust Management Computer untuk mengontrol sistem mesin. Dia mengklaim pernah membuat salah satu mesin pesawat naik dalam sebuah penerbangan. Sebagai akibatnya ada gerakan menyamping dari pesawat.
Produsen pesawat Boeing dan Airbus sudah mengeluarkan pernyataan kalau sistem komputer di pesawat dilindungi dengan sangat ketat. Pihak Boeing menyatakan kalau komputer entertainment di pesawat memang menerima beberapa data dari komputer yang lain, tapi diisolasi dari sistem elektronik pesawat yang penting.
Isu hacker bisa membajak pesawat ini memang membuat cukup banyak penumpang mempertanyakan sistem keamanan di penerbangan komersial, khususnya dalam menghadang serangan cyber. Tapi pihak terkait mayoritas menganggap kalau kecil kemungkinan aksi hack semacam itu bisa terjadi.
"Saya tak pernah mendengar hal seperti ini. Sejujurnya, kisah seperti itu terasa tidak realistis. Tapi masih perlu penelitian komprehensif," ucap Peter Gibson, corporate communication Civil Aviation Safety Authority di Australia.
Jikalaupun memang ada celah keamanan, hal itu adalah tanggung jawab dari produsen pesawat. "Isu seperti itu perlu diselesaikan oleh Boeing dan Airbus bersama dengan regulator," ucap Gibson yang dikutip detikINET dari The Age, Rabu (20/5/2015).
Pihak maskapai Qantas turut angkat bicara. Mereka meyakinkan kalau pesawatnya dibekali keamanan super tinggi.
"Grup Qantas memiliki sekuriti sangat aman yang selalu diteliti ulang sebagai bagian dari praktik bisnis yang normal. Hal itu lebih dari cukup untuk menghindari gangguan pada sistem pesawat," kata Steve Jackson, Qantas Group Head of Security.
"Qantas selalu mematuhi bahkan melebihi persyaratan dari regulator serta rekomendasi dari manufaktur jika berkaitan dengan keselamatan dan keamanan pesawat kami," tambahnya.
Maskapai Tigerair ketika dimintai keterangan menyatakan kalau pesawatnya tidak dilengkapi dengan sistem IFE. Wajar karena mereka dikenal sebagai maskapai terjangkau. Tapi Tigerair tetap meyakinkan tak akan main-main soal keselamatan penumpang.
"Tigerair Australia memiliki prosedur yang ketat dan komprehensif untuk memastikan level tertinggi keamanan dan sekuriti yang dijaga sepanjang waktu," ucap juru bicaranya.
(Fino Yurio Kristo/Fino Yurio Kristo)