Rusia dan Tiongkok menjalin sebuah perjanjian damai dalam hal cyber security. Kedua negara tersebut berjanji untuk tidak saling menyerang di dunia cyber, seperti dilaporkan oleh Wall Street Journal, Minggu (10/5/2015).
Selain itu, mereka juga menyatakan akan saling berbagi informasi dan teknologi -- salah satunya mengenai data ancaman cyber -- antara agensi penegak hukumnya. Keduanya pun akan saling menjaga keamanan dari serangan-serangan yang dapat mengancam kondisi polik dan sosial ekonomi di kedua negara tersebut.
'Kemesraan' Rusia dan Tiongkok ini sebenarnya sudah terjalin sejak masa perang dingin. Namun belakangan ini, Rusia lebih sering berpihak ke Timur, terutama sejak aksi militer Rusia ke Ukraina yang punya efek buruk ke hubungannya ke Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini juga sejalan dengan pernyataan menteri komunikasi Rusia Nikolai Nikiforov, yang membayangkan sebuah aksi mengisolasi jejaring internet di Rusia, seandainya Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa 'mematikan' mereka dari internet.
(asj/asj)