Minggu lalu, untuk pertama kalinya, FBI mengeluarkan peringatan tentang kegiatan wiper merusak yang digunakan dalam serangan terhadap Sony Pictures.
Adapun sampel malware Destover ini berisi file-file konfigurasi yang dibuat pada sistem dengan menggunakan bahasa Korea. Bukti-bukti juga menunjukkan bahwa hacker dari Korea Utara yang berada di balik serangan terhadap Sony.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adapun kesamaan dari ketiga wiper tersebut tentu saja tidak langsung membuktikan bahwa dalang di belakang Shamoon sama dengan dalang di belakang DarkSeoul ataupun Destover," lanjut Baumgartner, dalam keterangannya, Kamis (11/12/2014).
Tetapi perlu dicatat bahwa peristiwa reaksioner dan karakteristik operasional dan toolset dari kelompok tersebut memiliki tanda-tanda kemiripan satu dengan yang lain.
"Serangan malware tersebut luar biasa karena sebagai serangan yang dianggap tidak biasa dan fokus serta memiliki skala kerusakan cyber yang sangat besar dilakukan dengan kemiripian yang dapat dengan jelas dikenali," pungkasnya.
(ash/ash)