Meski tak menyebutkan berapa perusahaan yang terkena serangan tersebut, namun FBI telah memperingatkan sejumlah perusahaan di Amerika Serikat akan ancaman serangan yang ditenggarai dilakukan menggunakan malicious software (malware) tersebut.
FBI juga telah merilis sebuah dokumen setebal lima halaman untuk disebarkan ke perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat. Dokumen tersebut berisikan data teknis malware yang digunakan dalam serangan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (2/12/2014), serangan malware semacam ini sebelumnya sudah pernah terjadi di Korea Selatan dan di negara Timur Tengah.
Salah satunya adalah yang menimpa perusahaan minyak Saudi Aramco, di mana sekitar 30 ribu komputer di perusahaan tersebut terkena serangan yang sejenis. Serangan tersebut dipercaya dilakukan oleh kelompok hacker yang bekerja untuk pemerintahan Korea Utara dan Iran.
(asj/ash)